Selasa, 9 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Perbandingan Kekuatan Militer Iran dan Israel yang Kini Kembali Saling Serang

Perbandingan kekuatan militer Iran dan Israel yang kini kembali saling serang. Putra Mahkota Arab minta Iran hati-hati karena Israel bakal seret AS

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Grafis TribunKaltim.co via Canva
IRAN VS ISRAEL - Ilustrasi tank militer. Perbandingan kekuatan militer Iran dan Israel yang kini kembali saling serang. Putra Mahkota Arab minta Iran hati-hati karena Israel bakal seret AS. (Grafis TribunKaltim.co via Canva) 

Ditambah lagi, Israel memiliki sekutu kuat di AS, faktor yang bisa menjadi penentu jika konflik benar-benar pecah.

Putra Mahkota Ingatkan Iran, Israel Bakal Seret AS

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman atau Pangeran MBS, menyebut Israel berupaya memperdalam konflik dengan Iran demi memancing keterlibatan militer Amerika Serikat dalam perang.

Tuduhan itu disampaikan MBS dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (15/6/2025).

"Riyadh yakin bahwa rezim Israel sedang berusaha memperluas konflik demi menyeret Amerika Serikat ke dalam perang," katanya, dikutip dari media Pemerintah Iran, IRNA, Sabtu (14/6/2025).

Ia menambahkan, Arab Saudi juga percaya bahwa Iran akan bersikap hati-hati dan menggagalkan rencana Tel Aviv.

Ia mengucapkan, berbagai negara yang memiliki keyakinan agama sama dengan Iran mendukung upaya Teheran.

Dalam percakapan yang sama, Pezeshkian menyatakan bahwa sejak awal masa jabatannya, ia berupaya memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan.

Namun, menurutnya, Israel kerap mengganggu upaya tersebut.

"Setiap kali kami mendekati tujuan perdamaian, Israel selalu mencoba merusaknya," ucap Pezeshkian seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.

Ia juga menyatakan harapan agar Iran dan Arab Saudi dapat menjalin kerja sama yang erat demi menciptakan ketenangan di kawasan.

Eskalasi serangan Iran-Israel

Ketegangan memuncak setelah Israel meluncurkan serangan ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) malam.

Target serangan mencakup sistem pertahanan udara, situs nuklir, serta sejumlah pejabat tinggi militer Iran.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dengan cepat membantah keterlibatan negaranya dalam serangan Israel.

Sebagai balasan, Iran langsung melancarkan serangan jauh ke wilayah Israel, termasuk ke Tel Aviv dan Yerusalem.

Pemerintah Iran menyatakan operasi militer ini akan terus berlanjut selama dianggap perlu.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved