Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Mengenal Rama Dana, Seniman yang Membuat Dinding Kota Samarinda 'Bicara'

Di balik warna-warna mencolok yang menghiasi dinding kota Samarinda, terdapat jejak tangan dan imajinasi seorang pria kelahiran 20 April 1988. 

HO/RAMA DANA
SENIMAN MURAL - Rama Dana, seniman mural asal Samarinda, tengah menyelesaikan karya visual di salah satu dinding kota. Baginya, seni jalanan khususnya graffiti dan mural bukan sekadar gambar di tembok, melainkan bentuk ekspresi yang langsung bersentuhan dengan publik, dapat dinikmati tanpa batas ruang dan biaya. (HO/RAMA DANA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Di balik warna-warna mencolok yang menghiasi dinding kota Samarinda, Kalimantan Timur terdapat jejak tangan dan imajinasi seorang pria kelahiran 20 April 1988. 

Ia adalah Rama Dana, seniman mural yang telah lebih dari satu dekade menumpahkan ekspresi dan pesan sosialnya ke ruang-ruang publik. 

Di tengah hiruk-pikuk kota, mural-muralnya hadir sebagai jeda visual, sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dan merenungi makna di balik garis dan warna.

“Mural adalah profesi yang saya geluti sejak lulus sekolah, walaupun bakat menggambar itu sendiri sudah saya tekuni sejak kecil,” ungkapnya pada TribunKaltim.co, Minggu (29/6/2025). 

Kecintaan Rama Dana pada mural bermula dari videoklip musik hip hop yang ia tonton di MTV semasa SMA. 

Baca juga: Dominika Ping, Pengrajin Manik asal Mahulu Kaltim Sebut Seni adalah Rasa, Bukan Simbol

Baginya, seni jalanan khususnya graffiti dan mural bukan sekadar gambar di tembok, melainkan bentuk ekspresi yang langsung bersentuhan dengan publik, dapat dinikmati tanpa batas ruang dan biaya.

Tahun 2006 silam menjadi tonggak awalnya. Saat itu, ia memberanikan diri menggambar tembok gang. 

“Iseng-iseng aja,” kenangnya. 

Tapi dari keisengan itulah, langkahnya terus berlanjut hingga kini mural bukan hanya menjadi panggilan jiwa, tetapi juga sumber penghasilan dan eksistensi seniman jalanan di ibu kota Kalimantan Timur.

Karya-karya Rama Dana tidak hanya kuat dari sisi visual, tetapi juga sering kali menyimpan pesan atau kesan yang subtil.

Baca juga: Miniatur MotoGP Karya Seniman Balikpapan, Mendekatkan ke Jorge Martin dan Pembalap Juara Dunia

Baginya, proses kreatif bermula dari ide yang terlintas di kepala, dituangkan dalam sketsa kasar, lalu dikembangkan di atas dinding, diakhiri dengan sentuhan detail pada proses finishing.

“Inspirasi datang dari mana aja. Dari film, video musik, bahkan cerita masa kecil. Saya suka menghidupkan kembali memori-memori itu lewat mural,” ujarnya. 

Namun, pecinta menu lalapan, soto banjar, dan bakso ini menegaskan bahwa tidak semua mural harus memiliki filosofi berat.

Justru lewat kejujuran visual itulah ia merasa mampu menyampaikan lebih banyak, bahkan ketika tidak ada kata-kata.

“Yang penting ide yang ada di kepala bisa dituang dengan ciri khas saya. Karakter gambar itu identitas saya,” katanya tegas.

Baca juga: Seniman Asal Kutim Bakal Rilis Lagu Hilang Jauh, Pakai Aransemen Musik Sape

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved