Berita Samarinda Terkini
Walikota Samarinda Andi Harun Minta Proyek Drainase Mugirejo Berlanjut hingga 2026 demi Atasi Banjir
Salah satunya adalah kawasan banjir Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang yang menjadi perhatian khusus Walikota Samarinda, Andi Harun.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mengintensifkan upaya pembenahan infrastruktur di wilayah-wilayah rawan banjir Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Salah satunya adalah kawasan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang yang menjadi perhatian khusus Walikota Samarinda, Andi Harun.
Dalam tinjauannya baru-baru ini, Walikota Andi Harun memastikan bahwa serangkaian pekerjaan jangka pendek akan segera direalisasikan, sebagai langkah konkret menuju perbaikan menyeluruh yang ditarget rampung pada tahun 2026.
Salah satu fokus utama adalah pembongkaran jembatan penghubung antara Jalan DI Panjaitan dan kawasan Mugirejo yang saat ini dinilai menjadi titik lemah dalam sistem drainase setempat.
Baca juga: Andi Harun Revisi Total Perwali Pematangan Lahan, Faktor Krusial Pengendalian Banjir di Samarinda
Menurut Andi Harun, elevasi kawasan tersebut yang tergolong sangat rendah menjadi penyebab utama tertahannya aliran air saat curah hujan tinggi.
“Minggu depan kita akan bongkar jalur penghubung antara DI Panjaitan dengan Mugirejo ini, yakni jembatan. Kita lihat kawasannya memang sangat rendah,” ujar Andi Harun kepada TribunKaltim.co pada Kamis (3/7/2025).
Pada saat peninjauan, orang nomor satu di Samarinda ini pun turut menghadirkan jajaran Dinas PUPR dan pihak Perumda Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda.
Walikota Andi Harun memastikan bahwa koordinasi lintas sektor sudah dilakukan secara langsung di lapangan untuk mempercepat pelaksanaan perbaikan.
Dua-duanya sudah saya panggil ke lapangan, PDAM-nya sudah ikut serta, PUPR-nya juga ikut serta.
"Dua-duanya berjanji kepada saya, minggu depan sudah dimulai pekerjaan,” ujar Walikota Andi Harun.
Selain pembongkaran jembatan dan penataan ulang jaringan pipa air, Andi Harun juga memerintahkan penambahan pembangunan saluran sepanjang 50 meter.
Baca juga: Cerita Warga Korban Banjir di Samarinda, Sebulan 2 Kali Kebanjiran, Waspadai Ular dan Maling
Penambahan ini ditujukan untuk mempercepat aliran air dan menurunkan risiko genangan yang selama ini kerap terjadi saat hujan deras.
“Ada tambahan 50 meter untuk jalan tambahan, untuk mengurangi beban jika sewaktu-waktu terjadi lagi curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga potensi genangannya tidak setinggi dengan beberapa waktu yang lalu,” ujar Andi Harun.
Meskipun berbagai langkah percepatan tengah dilakukan, dirinya menegaskan bahwa penyelesaian total terhadap persoalan banjir di kawasan Mugirejo Samarinda akan dicapai melalui pembangunan menyeluruh yang dijadwalkan tuntas pada 2026.
Dalam kerangka ini, tak hanya drainase yang menjadi fokus, tetapi juga perbaikan infrastruktur jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250704_Drainase-Mugirejo-Samarinda.jpg)