Berita Balikpapan Terkini

RS Sayang Ibu dan Anak Balikpapan Barat Belum Rampung, DPRD Beber Kendala Teknis

Proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak (RSIA) Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat belum tuntas

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
PROYEK RSIA - Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali. mendesak kontraktor menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menyiasati berbagai kendala teknis di lapangan. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – Proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak (RSIA) Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat belum tuntas. 

Ketua Komisi IV, Gasali, mendesak kontraktor pelaksana untuk segera menyelesaikan pembangunan sesuai target yang ditetapkan.

Diketahui, proyek yang didanai melalui APBD tersebut semestinya sudah tuntas pada pertengahan 2025.

Namun, hingga awal Juli, progres fisik di lapangan masih jauh dari rampung.

Gasali menegaskan bahwa keterlambatan ini tidak bisa terus dibiarkan, meskipun beberapa kendala teknis di lapangan memang diakui terjadi.

Baca juga: Proses Pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat Masih Tahap Land Clearing

"Progres masih berjalan. Kami mendorong penyelesaian tetap sesuai target. Kendala pasti ada, tapi harus disiasati," kata Gasali

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa sejumlah faktor lingkungan turut memperlambat proses konstruksi.

Di antaranya adalah genangan air serta kepadatan permukiman di sekitar area proyek, yang cukup menyulitkan pergerakan alat berat dan distribusi material bangunan.

Saat dikonfirmasi, Gasali mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan telah memberikan perpanjangan waktu kepada pelaksana proyek sebanyak dua kali, sejak awal 2025.

Ia menyebut, saat ini pekerjaan masih dalam tenggat waktu yang diperbolehkan, namun bila kontraktor gagal memenuhi batas akhir kontrak, maka sanksi tegas akan diberlakukan.

“Paling tidak, apa yang sudah ditargetkan pemerintah itu bisa selesai,” imbuh Gasali.

Ia menambahkan, meskipun belum dapat memastikan detail kemajuan fisik secara persentase, yang terpenting adalah pekerjaan tetap berjalan dan tidak stagnan.

“Progres itu belum saya bisa pastikan sejauh mana, tetapi paling tidak berjalan,” ujarnya.

Gasali juga menegaskan bahwa sisa anggaran proyek yang tidak terserap dalam tahun anggaran berjalan tidak akan dikategorikan sebagai kerugian negara. 

Baca juga: Tahap Pertama Pembangunan Fisik RS Sayang Ibu Balikpapan Dimulai, Telan Anggaran Rp106 Miliar 

Namun, kondisi ini akan berdampak pada efisiensi dan perencanaan anggaran daerah ke depan.

"Kalau tidak terserap, ya menjadi SiLPA. Tapi kami berharap pembangunan RSIA ini bisa segera rampung dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved