Berita Bontang Terkini
Kronologi Pelajar SMP Tewas Diterkam Buaya Saat Memancing di Sungai Santan
Pelajar SMP asal Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara, tewas tragis setelah diseret buaya saat memancing di Sungai Santan, Selasa (8/7/2025) siang
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Inilah kronologi Muhammad Nur Akbar (15), pelajar SMP asal Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara yang tewas setelah diterkam buaya saat memancing di Sungai Santan, Selasa (8/7/2025) siang.
Tubuhnya baru ditemukan mengambang sekitar sembilan jam kemudian dalam kondisi mengenaskan.
Kepala Desa Santan Ulu Heri Budianto saat dihubungi Tribunkaltim.co, Rabu (9/7/2025) mengungkapkan dari keterangan yang ia terima dari beberapa saksi, korban bersama dua rekannya bernama Agung Bayu Setiawan (21) dan Didik (24) datang ke sungai Santan, untuk memancing siang.
Kemudian peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. "Katanya dia duduk di tepi sungai sambil merendamkan kaki ke air. Disitu korban dan yang lain tidak sadar ada buaya," kata Heri.
Buaya datang menyambar, sambungnya, dan menyeretnya ke tengah sungai.
Baca juga: Buaya Terkam Remaja di Sungai Santan Kukar, Hanya Sandal dan Pancing yang Tersisa
Rekannya sempat berusaha menarik baju Akbar, namun buaya itu terlalu kuat dan cepat menghilang membawa tubuh korban.
Melihat itu, saksi mata meminta bantuan. Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung berdatangan.
Masyarakat dan relawan kemudian turun melakukan pencarian menyusuri sungai menggunakan perahu ketinting.
Pencarian berlangsung hingga malam hari. Barulah sekitar pukul 23.30 Wita, jasad Akbar ditemukan mengambang tak jauh dari lokasi awal.
Tubuh korban mengalami luka parah di bagian kaki dan paha kanan akibat gigitan buaya.
Baca juga: Peningkatan Populasi Buaya di Paser Meningkat, BPBD: Perubahan Cuaca jadi Salah Satu Penyebabnya
"Utuh (tubuh), tapi ada luka gigitan di kaki dan paha kanan," jelasnya.
Kapolsek Marangkayu Iptu Risal turut membenarkan kejadian ini. Ia mengingatkan warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai yang memang dikenal sebagai habitat buaya.
“Warga kami imbau tidak memancing atau bermain di tepian sungai, terutama sore hari,” kata Iptu Risal. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
Wawali Bontang Minta Oknum Guru Dites Kejiwaan, Agus Haris Ogah Toleransi Kekerasan Terhadap Siswa |
![]() |
---|
Nasib Korban Kekerasan Guru di Bontang, Pelaku Klaim Orang Dekat Walikota, Neni Bantah: Mutasi Saja |
![]() |
---|
DPPKB Turun Tangan Tangani Dugaan Kekerasan Guru terhadap Siswa SD 003 Bontang Selatan |
![]() |
---|
Wawali Agus Haris Akui Pemangkasan DBH Berdampak, Pemkot Bontang Cari Sumber PAD Baru |
![]() |
---|
Pemkot Balikpapan Fokus Awasi Pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu, Progresnya Lebih dari 20 Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.