Berita Berau Terkini

Hari Pertama Sekolah, 51 Siswa Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMPN 1 Biduk-biduk Berau 

Sebanyak 51 siswa SMPN 1 Biduk-biduk, Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
MPLS - Sebanyak 51 siswa SMPN 1 Biduk-biduk, Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama sekolah. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebanyak 51 siswa SMPN 1 Biduk-biduk, Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama sekolah.

Ketua SPMB SMP 1 Biduk-Biduk, Imelda menjelaskan kegaitan MPLS ditahun ini berlangsung selama 5 hari. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana MPLS biasanya hanya dilaksanakan dalam waktu singkat selama 3 hari. 

SMP yang terletak di ujung pesisir Kabupaten Berau ini, seharusnya bisa menerima sebanyak kurang lebih 60-an siswa, namun tahun ini kuota tersebut belum terpenuhi. 

Baca juga: Info BMKG: Prakiraan Cuaca Berau Besok, 15 Juli 2025, Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Pesisir

“Tahun ini hanya 51 siswa dan menjadi 2 rombongan belajar. Tapi kami masih membuka kemungkinan untuk penerimaan siswa baru,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (14/7/2025).

Kendati hanya menerima sebanyak 51 murid, angka itu jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Adapun, kemungkinan besar terdapat anak pindahan, contohnya dari Sulawesi. Karena itu, mereka masib dapat menerima murid.

Pada hari pertama MPLS tentu ada pengenalan sekolah dan pengenalan sesama teman. Tiap harinya materi MPLS pun berbeda sesuai Juknis. Dan menekankan pada  7 kebiasaan anak hebat yang menjadi materi dari kementerian.

“Di hari pertama, kami tidak meminta anak membawa sesuatu yang sulit. Hanya membawa perlengkapan sekolah seperti buku, pulpen. Dan tidak memaksakan jika ada yang belum menggunakan seragam SMP. Karena ekonomi masyarakat kan tentu berbeda-beda,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat lain, salah satu orangtua siswa, Martha yang mengantarkan anaknya SD 018 Tanjung Redeb bercerita persiapan pertama yakni harus lebih bangun pagi. 

“Harus bangun pagi, karena kelamaan libur jadi agak susah bangunnya. Kan kalau libur banyak bangun siang,” ungkapnya. 

Ia pun mengatakan, transisi dari rutinitas TK ke SD harus lebih mempersiapkan mental anak-anak. Agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Kami ortu murid yang menemani ikut menikmati kegiatan. Karna senang bisa lihat anak pake seragam merah putih pertama kali,” bebernya.

Sementara kegiatan untuk SD di awal sekolah yakni pengenalan lingkungan sekolah dan guru. Kemudian ditugaskan membuat topi untuk sang anak. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved