Breaking News

Berita Samarinda Terkini

Orangtua di Samarinda Pastikan Anaknya Sarapan Dahulu Sebelum Berangkat ke Sekolah

Hari pertama sekolah tak hanya menjadi momen penting bagi siswa dan guru, tetapi juga bagi para orangtua

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
Freepik.com
SARAPAN - Ilustrasi sarapan bersama keluarga. orangtua siswa, Helti, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kebiasaan untuk selalu memastikan anak-anaknya sarapan terlebih dahulu di rumah sebelum berangkat ke sekolah. (Freepik.com) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hari pertama sekolah tak hanya menjadi momen penting bagi siswa dan guru, tetapi juga bagi para orangtua.

Salah satu perhatian utama yang kerap muncul adalah soal asupan makanan anak selama menjalani aktivitas belajar di sekolah, terutama bagi siswa usia dini. 

Pengawasan terhadap makanan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi anak selama belajar.

Baca juga: Polresta Samarinda Kerahkan 100 Personel saat Operasi Patuh Mahakam 2025 Mulai 14 hingga 27 Juli

orangtua siswa, Helti, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kebiasaan untuk selalu memastikan anak-anaknya sarapan terlebih dahulu di rumah sebelum berangkat ke sekolah, termasuk putra bungsunya yang saat ini sedang menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah di SDN 012 Samarinda Utara.

“Anak saya itu saya ajarkan sarapan di rumah semua. Dari kakak yang sekarang itu SMP itu kan harus sarapan dia di rumah. Jadi biar makanan dia itu terkontrol supaya gitu.” ucap helti kepada Tribunkaltim.co, Senin (14/7/2025)

Helti menjelaskan bahwa kebiasaan ini tidak hanya berlaku pada anak bungsunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tetapi juga diterapkan pada anak sulungnya yang kini bersekolah di tingkat SMP. 

Ia percaya bahwa sarapan di rumah adalah langkah awal paling penting untuk memastikan apa yang dikonsumsi anak benar-benar sehat dan sesuai kebutuhan tubuh.

“Kan biasanya kita kan nggak tahu nih jajanan di luar kayak apa.”

Menurut Helti, banyak jajanan di luar yang tidak bisa dipastikan kebersihannya. Ia menilai bahwa lebih baik mencegah sejak awal daripada membiarkan anak-anak mengonsumsi makanan yang bisa saja mengandung zat tambahan berbahaya atau diproses secara tidak higienis.

“Karena adek ini dari TK sudah saya kasih sarapan, nanti bekalnya cuma kue-kue saja saya belikan.”

Kebiasaan menyiapkan sarapan sendiri sudah ia mulai sejak anaknya masih TK. Ia mengaku rela bangun lebih pagi untuk memasak, demi memastikan anaknya berangkat sekolah dengan perut yang terisi dan energi yang cukup. 

Sementara untuk bekal, ia lebih memilih memberikan makanan ringan seperti kue-kue, agar anak tidak tertarik membeli jajanan yang tidak sehat.

“Jadi tidak ada yang ibaratnya, nanti kan takutnya ada yang sari manis, batuk, nanti bikin batuk.”

Helti pun sangat memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada anak. Ia menghindari jajanan atau makanan dengan kadar gula tinggi seperti sari manis yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk. 

Menurutnya, kesehatan anak jauh lebih penting daripada sekadar memanjakan lidah mereka.

“Jadi memang saya ini, harus sarapan pokoknya di rumah. Jadi kita bisa kontrol dia makannya apa di luar.”

Ia menegaskan bahwa prinsip utamanya dalam membimbing anak-anak adalah memastikan mereka memulai hari dengan sarapan di rumah. Dengan begitu, ia bisa mengontrol apa yang masuk ke tubuh anak sebelum beraktivitas, dan mengurangi risiko anak jajan sembarangan saat di sekolah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved