Senin, 27 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Beras Premium Mendadak Raib, Merek-Merek Ternama Lenyap di Tengah Isu Oplosan

Sejumlah merek beras terkenal diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu, sebagaimana diungkap Kementerian Pertanian dalam temuan terbarunya.

Tribun Kaltim
BERAS OPLOSAN - Cover halaman 1 koran Tribun Kaltim edisi hari ini, Rabu (16/7/2025). Membahas beras premium mendadak raib di Balikpapan dan Samarinda di tengah isu oplosan (Tribun Kaltim) 

Hanya saja, dia tidak hapal betul merk-merk yang kini sudah ditarik mundur dari penjualan.

Ia menambahkan bahwa penyimpanan kembali beras-beras itu ke gudang sudah dilakukan hampir
seminggu terakhir.

"Katanya sih mau ditarik (ke pusat)," imbuhnya.

Baca juga: Warga di Samarinda Sebut Nasi dari Beras Oplosan Cepat Basi

Belum Ditemukan

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi adanya beras oplosan di pasar tradisional maupun toko-toko distribusi.

Pemantauan ketat dilakukan secara rutin untuk memastikan ketersediaan stok, kestabilan harga, dan kualitas barang kebutuhan pokok, termasuk beras.

“Sampai saat ini saya komunikasikan dengan petugas kami di pasar, tidak ada mendengar beras oplosan itu,” kata Yama, sapaan akrabnya pada Tribun Kaltim, Selasa (15/7).

Menurutnya, stok beras di Kota Samarinda dalam kondisi stabil dan aman. Pemerintah rutin melakukan peninjauan melalui tim pengendalian inflasi, terutama dengan melihat indikator ketersediaan stok di gudang Bulog.

“Jadi Bulog untuk beras labelisasi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), pasokan harga dan
pangan itu sekitar di Rp 62 ribu. Kalau di posisi harga di toko inflasi pemerintah, ada stok ke situ. Di
pasar pun ada,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) beras di pasar berada pada kisaran Rp 65 ribu per lima kilogram, dan untuk beras premium sekitar Rp 75 ribu, masih dalam batas yang wajar.

“Kalau di pasar pakai HET Rp 65 ribu. Tidak boleh lebih. Kondisinya pun bagus di pasar. Kemudian
ditambah dengan beras kita yang premium, namun menurut saya harganya tidak terlalu jauh juga, sekitar Rp 75 ribu dengan kualitas yang baik,” ujarnya.

Yama mengakui bahwa isu soal beras oplosan bukan hal baru dan kerap muncul di tengah masyarakat.

Bahkan di tahun-tahun sebelumnya pernah beredar informasi bahwa beras berbahan plastik dipasarkan sebagai beras konsumsi.

Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap kabar-kabar yang belum terbukti kebenarannya.

“Kalau pun dulu pernah ada isunya dicampur plastik seperti telur plastik, beras plastik, kita juga belum pernah menemukan. Kalau dibuat pun bahan plastik itu tentu produksinya susah dengan teknologi tidak biasa. Makanya kita juga harus bisa memilah kabar hoaks yang terjadi. Bisa memang persaingan bisnis juga,” jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved