Kamis, 23 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Beras Premium Mendadak Raib, Merek-Merek Ternama Lenyap di Tengah Isu Oplosan

Sejumlah merek beras terkenal diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu, sebagaimana diungkap Kementerian Pertanian dalam temuan terbarunya.

Tribun Kaltim
BERAS OPLOSAN - Cover halaman 1 koran Tribun Kaltim edisi hari ini, Rabu (16/7/2025). Membahas beras premium mendadak raib di Balikpapan dan Samarinda di tengah isu oplosan (Tribun Kaltim) 

Stok Beras

Ketersediaan beras non-subsidi di sejumlah gerai ritel modern di Kota Balikpapan mulai sulit ditemukan.

Hasil pemantauan di berbagai lokasi menunjukkan bahwa hanya sedikit ritel modern maupun swalayan yang masih menyediakan stok beras.

Di salah satu gerai di Jalan Mulawarman, kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan, stok beras bahkan
tidak tersedia sama sekali.

Dari tiga ritel yang berada di ruas jalan yang sama, hanya satu yang masih menampilkan stok beras di rak, dan itu pun terbatas pada beberapa merek yang masuk dalam daftar produk bermasalah.

Di rak khusus beras tersebut, tampak hanya tiga jenis beras non-subsidi yang masih dipajang, yakni Beras Premium Setra Ramos, Raja Platinum, dan Mentari.

Dua di antaranya, yakni Setra Ramos dan Raja Platinum, diketahui masih dijual dengan harga sekitar Rp 74 ribu per kemasan.

Saat dikonfirmasi, seorang karyawan yang bertugas di toko tersebut mengaku belum mendapat arahan untuk menarik produk-produk beras tersebut dari etalase.

"Masih di suruh jual. Belum ada disuruh buat tarik ke gudang sih," ujar pegawai berseragam merah berlis kuning tersebut.

Tidak jauh dari lokasi ritel itu, sebuah swalayan besar yang memiliki banyak cabang di Balikpapan
terlihat masih menjual beras, namun hanya beberapa merek tertentu yang tersedia.

Beras-beras premium yang dikabarkan tidak sesuai regulasi tidak lagi ditemukan di rak penjualan
swalayan tersebut.

Menurut pengamatan di lokasi, swalayan itu hanya menyediakan beras merek Tanak, 2 Jempol, Mawar Melati, dan Ikan Sembilang. Semua produk dijual dalam kemasan 5 kg dan 25 kg.

Seorang pegawai swalayan yang sedang menata produk,, mengungkapkan bahwa belakangan ini pihaknya memang hanya menjual merek-merek tersebut.

Dia mengakui, beberapa stok lainnya sudah dipindahkan ke gudang.

"Sebagian sudah disimpan ke gudang. Dibilangin nggak bisa dijual, nggak tahu kenapa. Kalau kadaluarsa, nggak juga," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved