Tribun Kaltim Hari Ini
Beras Premium Mendadak Raib, Merek-Merek Ternama Lenyap di Tengah Isu Oplosan
Sejumlah merek beras terkenal diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu, sebagaimana diungkap Kementerian Pertanian dalam temuan terbarunya.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Briandena Silvania Sestiani
Menurutnya, kekhawatiran berlebihan hanya akan mengganggu ketenangan masyarakat. Apalagi daya beli warga Samarinda masih tergolong baik dan permintaan beras tetap stabil.
“Terkadang jangan salah juga, kadang-kadang beras oplosan tidak hanya di beras dengan harga yang
murah saja. Dulu pernah ada satu merek terkenal harganya mahal, ternyata isinya tidak enak. Tapi saat ini dengan daya beli masyarakat yang cukup juga, InsyaAllah aman. Ibaratnya ada rupa, ada harga,” terangnya.
Ia menegaskan kembali bahwa hingga kini, tidak ada laporan atau temuan tentang beras oplosan yang beredar di pasar-pasar Samarinda.
“InsyaAllah Samarinda aman saja,” tegasnya.
Dijelaskan Yama, beras yang beredar di Kota Samarinda sebagian besar berasal dari luar daerah, yaitu Sulawesi dan Pulau Jawa. Adapun pasokan dari produsen lokal belum menjadi penyumbang dominan dalam rantai distribusi.
“Sumber beras kita dari Sulawesi dan Jawa. Itu yang paling banyak. Kalau yang lokal biasanya tidak
secara keseluruhan. Informasi nya juga beras kita surplus. Masa ada indikasi dioplos?” ujarnya.
Mengenai pengawasan pengiriman antar pulau, Yama menuturkan bahwa hal tersebut menjadi domain instansi lain seperti bea cukai. Disdag hanya berperan dalam memastikan ketersediaan barang di tingkat distributor dan pasar lokal.
“Hanya saja kita memantaunya dari segi ketersediaan distributor. Misalnya stok kosong, kita tanyakan,” imbuhnya.
Untuk memastikan situasi pasar tetap terkendali, Disdag menurunkan petugas pemantau yang bertugas setiap hari di seluruh pasar milik pemerintah di Kota Samarinda.
Mereka memantau stok dan harga berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, cabai, tahu, tempe, sayur, hingga gas elpiji.
“Kebetulan kami ada pemantau di lapangan di setiap hari. Merekalah yang memberikan informasi, disebut sebagai survei stok dan harga. Misalnya cabai dan beras tiap harinya berapa. Rekapannya pun per minggu,” ungkapnya.
Disdag juga telah menyiapkan sistem informasi harga bahan pokok yang ditampilkan secara digital, salah satunya di Kantor Balai Kota Samarinda.
“Itu hasil survei dari teman-teman di lapangan. Sesuatu hal selalu dilaporkan. Kami komunikasikan setiap hari, dan semua aman. Stok aman dan tidak ada yang kosong,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yama menjelaskan bahwa fungsi utama pengawasan oleh Disdag bukan untuk menguji
keaslian produk, melainkan untuk memantau harga dan ketersediaan barang sebagai indikator stabilitas pasar.
“Bentuk pengawasan kami bukan untuk barang itu palsu atau tidak, tapi ketersediaan stok tentang harga, yang memang ini bisa menjadi barometer lainnya. Tapi tujuan utamanya untuk memastikan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” pungkasnya.(ray/zyn/snw)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250716_tribun-kaltim-hari-ini-beras.jpg)