Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Buntut Kasus Pemukulan Ojol, Walikota Samarinda Percepat Sistem Parkir Berlangganan

Walikota Samarinda Andi Harun angkat bicara terkait kasus pemukulan ojol dan akan ditanggapi secara hukum

HO/Dokpim Pemkot Samarinda
KASUS PEMUKULAN OJOL - Walikota Samarinda, Andi Harun, saat rapat koordinasi internal membahas finalisasi skema parkir berlangganan yang direncanakan mulai diimplementasikan tahun ini sebagai langkah penataan sistem parkir dan penanggulangan praktik jukir liar di kota (29/7). (HO/Dokpim Pemkot Samarinda) 

Dalam sistem tersebut, nantinya skema tarif parkir akan berubah signifikan. Warga cukup membayar biaya langganan tahunan yang jauh lebih murah dibandingkan sistem parkir harian yang rawan pungli.

Orang nomor satu di Samarinda ini menjelaskan skema tarif parkir berlangganan yang disiapkan. Untuk sepeda motor, tarif pertahun ditetapkan sekitar Rp480 ribu atau sekitar Rp1.111 per hari, dengan jumlah parkir tak terbatas. Sementara untuk mobil, tarifnya sekitar Rp1 juta per tahun atau sekitar Rp2.777 per hari.

“Jadi mau tiga empat kali parkir, tarifnya hanya sekitar seribuan untuk motor,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga menyoroti praktik liar yang terjadi saat ini, di mana sebagian jukir mematok tarif tidak masuk akal dan tidak sesuai ketentuan.

"Sementara hari ini kalau motor sekali parkir Rp2 ribu, mobil bisa Rp4–5 ribu, bahkan praktiknya jukir liar ada yang mematok Rp10 ribu,” ujarnya.

Baca juga: Rencana Tragis Sang Ayah di Samarinda, Sempat Berniat Menenggelamkan Anak di Kolam Sebelum Membunuh

Oleh karena itu Andi Harun kembali meminta kesabaran masyarakat, sembari memastikan bahwa pemerintah tetap konsisten melakukan pembenahan secara menyeluruh, meski harus dilakukan bertahap.

"Memang maksud kita mau benahi semua hal itu secara serempak. Tapi jujur, kita harus mengurai satu per satu. Namanya kota, kita harus atasi banjirnya, kebersihan, kemarin soal pendidikan dan masuk soal jukir. Tapi seperti yang kami sampaikan bahwa Pemkot semua hal yang dianggap masyarakat sebagai masalah, kita carikan solusi satu demi satu. Mohon sabar dan doakan saja,” pungkasnya. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved