Rabu, 8 April 2026

Berita Berau Terkini

Susur Sungai Jadi Harapan Pariwisata Kampung Long Beliu Berau

Tidak ada suara bising kendaraan siang itu. Hanya ada suara aliran gemuruh sungai yang menghanyutkan, lengkap dengan suara serangga saling bersahutan

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
SUSUR SUNGAI - Wisata Susur Sungai Kampung Long Beliu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau.Meski terik matahari luar biasa menyengatnya di dermaga Kampung Long Beliu, tetapi hutan-hutan yang mengelilingi kampung, seakan-akan membawa perasaan yang sejuk. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tidak ada suara bising kendaraan siang itu. Hanya ada suara aliran gemuruh sungai yang menghanyutkan, lengkap dengan suara serangga saling bersahutan.

Meski terik matahari luar biasa menyengatnya di dermaga Kampung Long Beliu, tetapi hutan-hutan yang mengelilingi kampung, seakan-akan membawa perasaan yang sejuk.

Sejauh mata memandang, yang ada hanya perpaduan hijaunya pepohonan, jernihnya sungai serta birunya langit.

Kayu-kayu di atas Sungai Kelay yang tersusun rapi menjadi sebuah dermaga di belakang Balai Adat Kampung Long Beliu.

Meski tak sesuai standar keselamatan, perahu kayu bermotor atau yang biasamya disebut ketinting menunggu penumpang untuk segera berangkat.

Tidak perlu jauh-jauh berbicara tentang standar dermaga. Bahkan masyarakat kampung Long Beliu tak menikmati listrik di tanah Berau yang selalu dikeruk Batu Baranya. 

Baca juga: Element Estetis Jembatan Sambaliung, Ikon Baru Wisata Berau

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, tak segan mengundang beberapa orang untuk melihat wisata susur sungai milik kampung.

Rombongan yang menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari Ibu Kota Berau, Tanjung Redeb, menjadi pelanggan pertama untuk melihat wisata susur sungai. Wisata ini digadang-gadang menjadi wisata primadona di Kawasan Kecamatan Kelay.

Sebelum naik ke ketinting, beberapa orang sibuk melepas sepatu dan menggantinya dengan sendal jepit sewaan. Beberapa orang lain, telah siap dengan palampung di badan.

Sebelum menaiki ketinting. Andy selaku pemandu dari Pokdarwis, meminta patuh pada perlengkapan keselamatan yang menjadi hal utama dalam prosesi susur sungai.

“Sebaiknya jangan pakai sepatu, lebih baik pakai sendal. Jika sewaktu-waktu kapal terbalik, akses kaki untuk bergerak lebih mudah di sungai,” Andy menjelaskan peringatan penting yang membuat wajah beberapa orang terkejut, belum lama ini.

Tiap ketinting, hanya boleh diisi tiga orang lengkap dengan satu motoris dan satu pemandu wisata. Satu persatu tiap orang menaiki ketinting dengan hati-hati.

Sebab jika tak hati-hati, bisa saja lumut menyebabkan tergelincir ke dalam sungai.

Rombongan telah siap, dan masing-masing motoris menyalakan mesin dengan menarik tuasnya.

Satu persatu ketinting pergi menjauhi dermaga. Ada lima ketinting yang berangsur pergi. Meski bergantian, jarak ketinting satu sama lain tak boleh terlalu jauh ataupun tertinggal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved