Sabtu, 25 April 2026

Berita Berau Terkini

Susur Sungai Jadi Harapan Pariwisata Kampung Long Beliu Berau

Tidak ada suara bising kendaraan siang itu. Hanya ada suara aliran gemuruh sungai yang menghanyutkan, lengkap dengan suara serangga saling bersahutan

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
SUSUR SUNGAI - Wisata Susur Sungai Kampung Long Beliu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau.Meski terik matahari luar biasa menyengatnya di dermaga Kampung Long Beliu, tetapi hutan-hutan yang mengelilingi kampung, seakan-akan membawa perasaan yang sejuk. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

Lalut Bilah adalah sebuah gua kecil yang berada di tebing kars. Fungsinya untuk menaruh peti mayat dari para leluhur Suku Kenyah Umaq Baha.

Tengkoraknya masih ada di sana, lengkap dengan harta mereka yang ikut dikubur bersama pemiliknya. 

Nefri mengakui, timnya akan mendalami riset untuk mengetahui berapa lama peti itu sudah terkubur di gua. 

“Kalau mau masuk ke gua, harus satu persatu, karena mulut lubangnya kecil,” Nefri menjelaskan. 

Baca juga: Duta Wisata dan Budaya Diminta Masif Promosikan Wisata Berau

Peti yang berada di dalam gua itu, hanya tersisa tiga. Sayangnya, rombongan tidak bisa melihat secara langsung. Tidak ada jalur tracking yang bersahabat untuk masyarakat yang tidak terbiasa mendaki. 

Kedepannya, mereka berkomitmen untuk membangun tangga untuk memudahkan pendakian para wisatawan.

Masing-masing peti berada di berbeda tingkatan. Lalut Bilah memiliki 3 tingkatan. Jika ingin masuk ke dalam gua, ada beberapa pantangan. Tak boleh berkata kasar, tak boleh banyak bercanda, tak boleh tertawa terlalu keras.

Tak berlama-lama rombongan lalu pergi kembali menuju daratan, menempuh jalur sungai Gie lalu masuk ke aliran sungai Kelay, ditemani suara ketinting yang mengantar kami. 

Sesampainya di daratan, Nefri kembali berbincang. Ia menyadari paket wisata mereka jauh dari kata sempurna. Meski begitu, Masyarakat Kampung Long Beliu memiliki mimpi besar untuk menjadi kampung ekowisata. 

“Kami ingin ekowisata bisa menjadi sumber penghidupan kampung kami. Kami percaya bahwa peradaban yang besar tumbuh dari sungai,” tutupnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved