Senin, 20 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Transformasi Perpustakaan Balikpapan, Digitalisasi dan Literasi Komunitas jadi Fokus Utama

Perpustakaan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan menatap kecanggihan teknologi digital di Balikpapan

|
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
TRANSFORMASI LITERASI - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, melakukan transformasi digitalisasi dan literasi dalam menghadapi era digital yang semakin pesat di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (7/8/2025). Kepala Disputakar Kota Balikpapan, Elvin Djunaedi, mengatakan bahwa perpustakaan tidak bisa lagi beroperasi dengan cara lama. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perpustakaan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur menatap kecanggihan teknologi digital.  

Di tengah perkembangan era digital yang semakin canggih saat ini membuat hampir segalanya dimudahkan, termasuk di antaranya inovasi literasi dengan memanfaatkan AI.

Untuk mengimbangi hal itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Kota Balikpapan melakukan transformasi menghadapi dengan menghadirkan inovasi layanan literasi yang tak hanya berbasis teknologi, tetapi juga menyentuh langsung komunitas dan ruang publik.

Langkah ini merupakan upaya strategis dalam menjaga relevansi perpustakaan di tengah gempuran era digital dan dominasi media sosial.

Baca juga: Perpustakaan Balikpapan jadi Tempat Kreatif Menyenangkan, Usung Workshop Canva dan Read Aloud

Kepala Disputakar Kota Balikpapan, Elvin Djunaedi, mengatakan bahwa perpustakaan tidak bisa lagi beroperasi dengan cara lama.

Digitalisasi itu menjadi keniscayaan. Oleh sebab itu, pihaknya meluncurkan aplikasi iBalikpapan, sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat mengakses hampir 10.000 eksemplar buku digital secara mudah hanya melalui ponsel atau perangkat elektronik lainnya.

“Lewat iBalikpapan, masyarakat bisa membaca dari mana saja tanpa harus datang ke gedung perpustakaan. Ini bentuk layanan yang lebih praktis dan efisien,” ujar Elvin kepada TribunKaltim.co, Kamis (7/8/2025).

Namun, Elvin tidak menutup mata terhadap tantangan yang muncul.

Salah satunya adalah pola penggunaan gawai oleh anak-anak dan remaja yang lebih dominan untuk bermain gim dan berselancar di media sosial, dibandingkan membaca buku.

“Kami tidak ingin anak-anak hanya menggunakan HP untuk buka media sosial berjam-jam. Kita ingin mengubah kebiasaan itu, mengarahkan mereka agar menggunakan gawai untuk hal-hal produktif, termasuk membaca buku digital,” tuturnya.

Baca juga: Terjawab Kasus Uang Palsu di UIN Makassar Sejak Kapan dan Peran Kepala Perpustakaan UIN Alauddin

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disputakar tak hanya mengandalkan digitalisasi.

Mereka juga aktif mendekatkan literasi ke ruang publik melalui berbagai inisiatif, seperti spot baca di taman-taman kota, program Buncu Baca dari Pemerintah Provinsi, serta Pojok Baca Digital (POKADI) yang tersedia di kantor DPMPTSP Balikpapan.

Disputakar juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna menanamkan minat baca sejak dini.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan HIMPAUDI, yang secara rutin mengadakan kunjungan anak-anak PAUD ke perpustakaan.

Dalam kunjungan ini, anak-anak diperkenalkan pada dunia literasi melalui wisata perpustakaan, sesi dongeng, dan berbagai kegiatan interaktif lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved