Kanal

Curhat Kapolri Tito Karnavian Merasa Tertekan 'Diteror' Gubernur Irianto Lambrie, Ini Sebabnya

FOTO Tito Karnavian dan Irianto Lambrie - Curhat Kapolri Tito Karnavian Merasa Tertekan 'Diteror' Gubernur Irianto Lambrie, Ini Sebabnya - Kolase Tribunnews & Wikipedia

TRIBUNKALTIM.CO - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian curhat mengaku tertekan atas permintaan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie.

Tito Karnavian mengungkapkan hal itu secara terbuka, termasuk ketika Gubernur Kaltara Irianto Lambrie beberapa kali mendatanginya, sampai ke rumah dinas Kapolri.

Kapolri Tito Karnavian mengakui Gubernur Kaltara Irianto Lambrie sangat agresif, memohon agar usulannya dikabulkan.

Curhat Kapolri Tito Karnavian ini terungkap saat peresmian pembangunan Mapolda Kalimantan Utara, di Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (18/7/2019).

Tito bercerita tentang perjalanan panjang dan desakan kuat Pemprov Kaltara agar Polda Kaltara bisa direalisasikan.

Tito Karnavian mengaku memahami apa persoalan dan kendala yang dialami seorang gubernur di provinsi yang baru lahir.

"Saya memahami bagaimana persoalan yang dialami beliau. Saya pengalaman memimpin polda di provinsi baru. Tahun 2012 saya jabat Kapolda Papua dan Papua Barat. Mapoldanya di Jayapura," ungkap Tito.

"Di Papua Barat tidak ada polda, komunikasi sangat sulit. Otomatis pak gubernur komunikasinya ke Jayapura. Sama seperti di sini, ke Balikpapan atau Samarinda," kata Kapolri Tito Karnavian di Mapolda Kalimantan Utara.

Dalam perjalanan pengusulan pembentukan Polda Kaltara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui Gubernur Irianto Lambrie sangat aktif.

"Beliau, Pak Irianto sangat agresif sekali. Datang ke kantor, datang ke rumah dinas saya. Lama-lama saya tertekan memang. 'Pak, tolong dibangunkan polda untuk jaminan keamanan dan pelayanan yang lebih baik. Misalnya masalah SKCK, pelayanan kendaraan bermotor'," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengutip pembicaraannya dengan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, dan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Widi Prasetijono menekan tombol sirine tanda diresmikannya Mapolda Kaltara, Kamis (18/7/2019) di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. (TribunKaltim.co/Muhammad Arfan)

Kapolri Tito Karnavian sempat kebingungan atas desakan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Polri dibenturkan persoalan anggaran pembangunan Mapolda Kaltara.

"Beberapa kali datang, persoalannya, dananya dari mana ini? Apakah dari APBN, pemda, pemprov, atau CSR. Itu yang saya pikirkan waktu itu. Keinginan membentuk polda waktu itu saya pikir harus. Tetapi persoalannya tadi, anggaran dari mana," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Apalagi kebijakan Presiden Jokowi saat itu lebih mendukung pembangunan infrastruktur dibanding untuk membangun gedung.

"Akhirnya kami berusaha meyakinkan pemerintah melalui Bappenas, perlunya membangun Polda Kalimantan Utara. Tetapi terbentur dengan anggaran tadi. Akhirnya diskusi dengan pak gub, wagub, dan DPRD. Ya udah, bikin gedung sementara saja," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (HUMASPROV KALTARA)

Selanjutnya, kata Kapolri, akhirnya dirembukkan dengan Bupati dan DPRD Bulungan, hingga akhirnya dipinjamkan gedung DPRD Bulungan yang masih dalam tahap pembangunan saat itu.

"Akhirnya saya ke sini datang mengecek (Desember 2017). Saya miris, maaf. Dulu di sini (landscape) lumpur semua. Kantor morat-marit karena tidak dipakai. Saya pikir bagaimana anggota kalau mau cari makan. Saya takut moril anggota akan jatuh," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian beri sambutan peresmian Mapolda Kaltara, Kamis (18/7/2019) di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. (TribunKaltim.co/Muhammad Arfan)

Kapolri berharap, selain fungsi sentra koordinasi, Polda Kalimantan Utara juga menjadi trigger mechanism untuk mempercepat pembangunan Bulungan dan Tanjung Selor.

"Pak Irianto bilang, yang bisa men-trigger, adalah TNI dan Polri. Ya udah, akhirnya saat itu kami ambil keputusan, yang penting ini (gedung Mapolda) dirapiin dulu. Kemudian saya sampaikan ke Pak Panglima TNI kebetulan TNI juga akan buat Korem," sebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Akhirnya, setelah sempat berkantor di Polres Bulungan, Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit bersama jajaran akhirnya menempati gedung Mapolda saat ini di kolometer 9 Tanjung Selor.

Kenangan 2017 bak di Negeri Antah Berantah

Sudah dua kali Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menginjakkan kaki di daratan Tanjung Selor, Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, terhitung kunjungannya hari ini, Kamis (18/7/2019).

Kunjungan perdananya di Tanjung Selor, Kalimantan Utara pada 15 Desember 2017.

Kala itu, Kapolri Tito Karnavian meninjau gedung DPRD Bulungan di Kilometer 9 Bumi Rahayu, Tanjung Selor yang dipersiapkan sebagai Mapolda Kaltara.

Dalam kunjungan keduanya kali ini, Kapolri Tito Karnavian lantas meresmikan Mapolda Kaltara.

Masih lekat dalam ingatan Tito, saat pertama kali dirinya berkunjung ke Kaltara.

Menurutnya, saat itu, Tanjung Selor sebagai suatu tempat yang jauh dari Jakarta, masih cukup sepi, berbeda jauh dengan sekarang.

"Mohon maaf, jangan tersinggung. Di pikiran saya saat itu in the middle oh nowhere. Di tengah-tengah sesuatu yang tidak jelas," kata Kapolri Tito Karnavian.

"Gedung (Mapolda Kaltara) ini pun dalam keadaan tidak terawat saat itu. Kehadiran saya kali ini sudah sangat berbeda," kata Kapolri Tito Karnavian lagi.

Video penampakan gedung saat 2017:

Tito berterima kasih kepada seluruh komponen pemerintah daerah di Kalimantan Utara yang telah memberi kontribusi nyata hadirnya Mapolda Kaltara.

Termasuk berterima kasih atas dukungan masyarakat baik dari kalangan umum, masyarakat adat, dan perusahaan yang sudah berkontribusi.

"Dan akhirnya saya merasa malu melihat gedung yang bagus. Penataan yang rapi," tuturnya.

"Saya tidak banyak memberikan kontribusi. Semua hampir dalam bentuk hibah. Awalnya dipinjamkan kemudian dihibahkan," ujar Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, diabadikan Jumat (15/112/2017) di Kantor Gubernur Kaltara. (TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN)

Atas dasar tersebut, Kapolri Tito Karnavian meminta Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit memasang semacam monumen atau prasasti yang berisikan pesan bahwa Mapolda Kaltara dibangun atas keinginan dan kontribusi bersama antara pemerintah daerah, masyarakat Kalimantan Utara.

"Tolong buatkan yang besar, ditaruh di sana. Setiap yang masuk nanti bisa melihat, biar 10 sampai 20 tahun ke depan generasi berikutnya. Mungkin (mereka) enggak paham apa yang diresmikan hari ini, ini bukan pemberian dari pusat," ujar Kapolri Tito Karnavian.

"Apa yang dibangun hari ini semua berasal dari pemerintah setempat dan masyarakat setempat. Itu bedanya Polda Kalimantan Utara dengan Polda lain," kata Tito.

Adapun Mapolda Papua Barat dan Mapolda Sulawesi Barat yang baru terbentuk, kata Tito, pembiayaannya berasal dari pemerintah melalui APBN.

Kapolri Tito Karnavian berharap hadirnya Polda Kaltara mampu memperkuat keamanan dan rasa aman bagi masyarakat.

Termasuk masyarakat memberikan rasa aman kepada investor yang akan masuk.

"Untuk pelayanan dasar dan pelayanan rutin di Kalimantan Utara seperti SIM, STNK, BPKB, SKCK, SKKB tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kalimantan Timur. Cukup di Kalimantan Utara saja," ujar Tito Karnavian.

Prioritaskan Anak-anak Lokal Masuk Polisi

Selain meresmikan Mapolda Kaltara, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga meresmikan pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara di Mapolda Kaltara, Kamis (18/7/2019).

SPN Polda Kaltara tersebut berlokasi di Kabupaten Malinau, dibangun di atas lahan hibah dari Pemkab Malinau.

"Idenya bagus. Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Kapolda," kata Kapolri Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memakai baju adat Dayak sesaat setelah menjalani prosesi pemberian nama kehormatan Dayak, oleh Ketua Adat Dayak Kalimantan Utara di Mapolda Kaltara, Kamis (18/7/2019). Kapolri diberi nama 'Uyau Abeng Lihan Padan' yang berarti panglima gagah berani, pahlawan dan pemimpin besar masyarakat. (Tribunkaltim.co, M Arfan)

Hadirnya SPN Polda Kaltara, konsep local boy for local job bisa diterapkan di Kalimantan Utara.

Artinya, dalam penerimaan bintara, anak-anak daerah yang terbaik bakal diprioritaskan.

"Saya mengimbau pak gubernur bersama bupati/walikota kalau bisa membuat semacam kerja sama untuk mempersiapkan anak-anak lokal yang tempatnya terpencil. Nanti anak-anak setelah tamat SMA dilatih untuk ikut tes masuk polisi. Begitu ketika mau masuk, standarnya sudah memenuhi persyaratan. Begitu memenuhi persyaratan, mereka diprioritaskan," kata Kapolri Tito Karnavian.

Hal tersebut, kata Tito, sudah diterapkan di Papua.

Anak-anak terbaik dari masyarakat lokal diberi pelatihan untuk memenuhi standar-standar bisa lulus tes masuk polisi.

Konsep ini kata Tito cukup baik. Mengingat anak-anak dari masyarakat lokal sudah memahami karakter dan kultur daerah tempat ia bertugas kelak.

"Ketika misalnya ditempatkan nanti di daerah asalnya, mereka akan lebih tahan," ujarnya.

(TribunKaltim.co/Muhammad Arfan)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Rocky Gerung: Visi Misi Jokowi, tak Ada yang Baru dan tak Tajam, Reaksi Adian Bikin Penonton Ketawa

Sedih, Bayi di Nunukan Terjangkit Virus Rubella, Pendengarannya Tak Merespon

Launching Honda X-ADV 150 di GIIAS 2019, Simak Spesifikasi Detail Motor yang Mirip Honda PCX 150 Ini

Persib Bandung Hadapi Sejumlah Masalah Setelah Menang atas Kalteng Putra

Ayu Ting Ting Sebut Menyesal Menikah & Bercerai dengan Enji, Bilqis Sering Minta Papa

Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim

Viral Video Ibu Muda Meninggal Keadaan Tersenyum seusai Lahirkan Tiga Bayi Kembar, Ini Kisahnya

Berita Populer