Dikunjungi Kapolda Papua, Pengungsi: Perusuh Pakaian SMA Tapi Jenggotan dan Baju Tak Muat
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau membujuk para pengungsi korban kerusuhan untuk kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
TRIBUNKALTIM.CO,JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau membujuk para pengungsi korban kerusuhan untuk kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Saat mengunjungi para pengungsi, Selasa (1/10/2019) di Masjid Al-Aqso, Kabupaten Jayapura, yang menjadi salah satu titik pengungsian, Paulus mengajak mereka berbincang.
Namun, saat ia menanyakan apakah para pengungsi mau kembali ke Wamena, sontak keluar jawaban, "nanti kalau sudah kondusif dan pembangunan sudah selesai".
Hal ini juga yang diakui oleh Riyami (51 tahun). Ia yang saat ini mengungsi di Jayapura mengaku belum mau kembali ke Wamena karena masih trauma.
• 1.470 Warga Sumbar Korban Kerusuhan Wamena Ingin Pulang Kampung, Butuh Dana Rp 2,5 Miliar
• Saat Kerusuhan Wamena, Penduduk Asli Selamatkan Warga Pendatang di Gereja
"Belum tahu karena masih trauma, saya kalau lihat api, pedang, sekarang jadi takut," ujarnya.
Riyami yang selama di Wamena membuka kios kelontong, mengaku saat ini ingin kembali ke kampungnya di Surabaya, Jawa Timur.
Hal senada juga disampaikan Fuad. Ia yang sudah 20 tahun tinggal di Wamena, hanya ingin kembali ke kampungnya di Jember, Jawa Timur. "Sementara mau kembali ke kampung dulu untuk menghilangkan trauma dulu," katanya.
Namun, Fuad mengaku masih ingin kembali ke Wamena saat situasi sudah kondusif.
Fuad juga mengaku melihat langsung para perusuh yang menggunakan seragam SMA namun penampilan fisiknya jauh lebih tua.
"Pelaku pakai baju SMA tapi jenggotan, bajunya kelihatan tidak muat," kata Fuad kepada Kapolda Papua
• 7.278 Orang Mengungsi Pasca Kerusuhan Wamena, Mereka Butuh Ikan dan Daging Ayam
• Menahan Tangis, Ustaz Abdul Somad UAS Tanggapi Rusuh di Wamena: Kita Adalah Nusantara
• Ada yang Tak Pernah Ganti Pakaian hingga Alami Trauma, 6 Fakta Nasib Pengungsi Kerusuhan Wamena
. Diberitakan sebelumnya, dampak kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih terus berkembang.
Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah.
"224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolda-papua-irjen-paulus-waterpau.jpg)