Pilkada 2020

Jubir Satgas: Pilkada 2020 Mulai Berdampak Penambahan Kasus Covid-19, Formappi Sebut Sanksi Lemah

Juru bicara Satgas Penanganan covid-19, pilkada 2020 mulai berdampak pada penambahan kasus covid-19, Formappi sebut sanksi lemah

Editor: Amalia Husnul A
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi. Puluhan orang berdemo didepan Komnas Ham, Jalan Laturharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020). Mereka mengharapkan Komnas Ham untuk meminta kepada pemerintah agar menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Hal ini disebabkan pilkada hanya jadi tempat penularan virus covid-19 di mana korbannya semakin banyak. Juru bicara Satgas Penanganan covid-19, pilkada 2020 mulai berdampak pada penambahan kasus covid-19, Formappi sebut sanksi lemah 

TRIBUNKALTIM.CO - Juru bicara Satgas Penanganan covid-19, pilkada 2020 mulai berdampak pada penambahan kasus covid-19, Formappi sebut sanksi lemah

Pemerintah, penyelenggara Pemilu dan DPR memutuskan untuk tetap menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, keputusan ini tampaknya mulai berdampak penambahan kasus covid-19.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Pilkada 2020 merupakan salah satu faktor penyebab tingginya pertumbuhan kasus covid-19.

Dalam beberapa waktu terakhir angka pertumbuhan kasus positif baru selalu di atas 4.000 kasus.

Pada saat yang sama, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) telah merevisi aturan penyelenggaraan kampanye pilkada.

KPU memasukkan sejumlah larangan dan sanksi yang ditujukan kepada pasangan calon dan tim pendukungnya yang terbukti melakukan pelanggaran protokol kesehatan saat kegiatan kampanye diadakan.

BREAKING NEWS Cawali Pilkada Bontang 2020 Positif Covid-19, Basri Rase: Mohon Doa Biar Cepat Sembuh

Mata Najwa Tampilkan Foto Kerumunan saat Proses Pilkada 2020, Luhut Binsar: Kamu Ngapain Provokasi?

RESMI, KPU Melarang Konser Musik saat Kampanye Pilkada 2020, Daftar Bentuk Kampanye yang Dilarang

Calon Petahana Muharram Meninggal Dunia Karena Covid-19, Bagaimana Kelanjutan Pilkada Berau?

Namun, sanksi yang diatur dinilai masih lemah.

Meski demikian, penegakan aturan secara ketat tetap perlu dilakukan untuk menekan pertumbuhan kasus yang kian masif.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan, salah satu faktor penyebab tingginya pertumbuhan kasus baru Covid-19 disebabkan oleh penyelenggaraan Pilkada 2020.

"Kami masih melihat penambahan kasus positif yang cukup tinggi dan ini terkait dengan Pilkada," kata Wiku dalam konferensi pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan terdapat penambahan 4.634 kasus harian baru yang tercatat pada Kamis (24/9/2020).

Penambahan kasus harian ini merupakan yang tertinggi sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hingga kini, akumulasi kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 262.022 orang.

Rinciannya, 191.853 orang telah dinyatakan sembuh dan angka kematian mencapai 10.105 orang.

 Beredar Isu, Lesty Kejora Bayar Biaya MC Pernikahan Rizki DA - Nadya, Klarifikasi Richard Ricardo

 Satu Permintaan Gading yang Dilanggar Gisel Setelah Bercerai, Soal Laki-laki, Pemicu Enggan Rujuk?

Tanggapi Pidato Jokowi di PBB, Rocky Gerung: Negeri Ini Terpecah Belah, tapi Presiden Ingatkan PBB

Bahkan, dalam kurun tiga hari terakhir, tedapat penambahan 428 kasus kematian pasien akibat Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved