Berita Berau Terkini

Wakil Bupati Berau Gamalis Imbau Aparat Kampung Dapat Memaksimalkan Peran BUMK

Penulis: Renata Andini Pengesti
Editor: Mathias Masan Ola
Wakil Bupati Berau, Gamalis. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Gamalis terus mengimbau dan mendukung perkembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Gamalis menjelaskan, BUMK ditargetkan agar dapat tersedia menyeluruh di setiap kampung secara menyeluruh. Sebab, itu dapat menjadi solusi untuk membangkitkan ekonomi daerah.

Terutama pada kampung-kampung yang memiliki jaringan yang memadai, pemasarannya menurut Gamalis dapat dibangkitkan perdagangan elektronik atau e-commerence.

“Apalagi pada masa pandemi, tentu kita semua berharap, agar ekonomi Berau, dapat bangkit dengan memanfaatkan BUMK khususnya sudah cukup membantu ekonomi di kampung,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (14/9/2021).

Sebab, selama masa pandemi berlangsung, hal yang dapat mendorong akselerasi pemulihan ekonomi daerah yakni melalui peran aktif kampung.

Baca juga: Kelola 165 Unit Usaha, BUMK di Berau Telah Mampu Hasilkan Laba Bersih Rp 507 Juta

Baca juga: Sumbang Ekonomi Masyarakat, DPMK Berau Harapkan BUMK Dapat Dikelola dengan Tepat dan Maksimal

Baca juga: Dorong Pemaksimalan BUMK, Pemkab Berau Targetkan Tidak Ada Lagi Kampung Tertinggal

Kampung pun tidah hanya mendorong ketahanan pangan dan padat karya tunai kampung. Yang terpenting pengoptimalan peran BUMK dalam pemulihan ekonomi.

“Pandemik berdampak pada mata pencaharian. Akhirnya mereka dituntut kreatif dan inovatif. Paling dekat dengan kehidupan warga, dengan berwirausaha. Baik dengan modal kecil maupun besar. Peran BUMK sangat ditunggu,” jelasnya.

BUMK diharapkan menjadi konsumen di wilayahnya. Membeli, juga memasarkan setiap kerajinan tangan atau hasil olahan dari masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak takut memulai membangun usaha.

Sebelum memulai itu, semua pemerintah kampung dan pengelola BUMK perlu mematangkan target pasar dari produk. Jangan sampai, barang yang dibeli dari masyarakat justru tidak terjual dan akhirnya merugi.

Baca juga: 86 Kampung di Berau Telah Bentuk BUMK, Pemkab Berharap Kampung Menjadi Lebih Mandiri

“Makanya pengelola BUMK perlu melek teknologi, sehingga pemasaran bisa dilakukan secara online. Selain membantu ekonomi warga pulih, tentu BUMK harus ada keuntungan juga,” bebernya.

Gamalis menambahkan, dari laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau tahun 2019, tersisa 17 Kampung dari 100 kampung yang belum memiliki BUMK.

Sedangkan tahun 2020 dan 2021, belum ada laporan terbaru. Hanya saja, dari 83 BUMK telah terbentuk, belum sepenuhnya berjalan dengan maksimal.

“Saya berharap, pemerintah kampung bisa memaksimalkan peran BUMK di wilayah masing-masing. Itu sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi terdampak Covid-19,” tuturnya. (*)