Sabtu, 25 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Targetkan Nol Stunting, Camat Sambutan Samarinda Belajar ke Sumedang, Ini Rekomendasinya

Camat Sambutan Kota Samarinda, Yosua Laden menyampaikan rekomendasinya dalam rangka mencapai target nolkan angka stunting di Samarinda.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Targetkan Nol Stunting, Camat Sambutan Samarinda Belajar ke Sumedang, Ini Rekomendasinya. Camat Sambutan Kota Samarinda, Yosua Laden membeberkan rekomendasi kepada Pemkot Samarinda untuk bekerja sama dengan Pemkab Sumedang dalam rangka peningkatan sarana alat untuk menekan angka stunting di Kota Samarinda (5/7/2023). TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Targetkan Nol Stunting, Camat Sambutan Samarinda Belajar ke Sumedang, Ini Rekomendasinya

Camat Sambutan Kota Samarinda, Yosua Laden menyampaikan rekomendasinya dalam rangka mencapai target nolkan angka stunting di Samarinda.

Rekomendasi tersebut berangkat dari pengalaman studi di Kota Sumedang.

Baca juga: Wabup Berau Gamalis Sebut Menurunkan Angka Stunting Berarti Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

“Sebelumnya kami sempat studi ke Kota Sumedang, dan mungkin ini bisa juga menjadi rekomendasi kami kepada Pemkot Samarinda untuk bisa mencontoh beberapa upaya mereka,” ungkap Yosua (5/7/2023).

Yosua mengatakan bahwa kota Samarinda masih memerlukan peningkatan jumlah alat antropometri untuk membantu menekan kasus stunting.

“Teknologi kita masih cukup kurang, dan di sana lebih terpadu apalagi mereka menjadi percontohan nasional dan dapat support dari berbagai pihak,” sebutnya.

“Mudah-mudahan kita bisa mengikuti progres ini, misalnya seperti mereka punya teknik by name by addres yang sudah baik,”

Melihat dari Kota Sumedang, ia kembali menjelaskan bahwa kelengkapan dan kemajuan tersebut juga dimaksimalkan dengan adanya para kader yang telah dilatih.

Baca juga: Kasus Stunting di Kubar Naik 7,3 Persen, Bupati FX Yapan Mengaku Prihatin

“Di sana semua kelurahan dan posyandu sudah menggunakan alat antropometri dan alat digital yang lengkap, bahkan semua kader sudah dilatih, Latihannya bahkan dalam kurun waktu satu tahun,” jelas Yosua.

Lebih lanjut, Yosua mengatakan bahwa kota Samarinda sendiri sebenarnya sudah mendapatkan sarana, namun jumlahnya kurang memadai.

“Setiap puskesmas punya, tapi tidak setiap posyandu. Setiap puskesmas punya satu, sementara setiap puskesmas memiliki beberapa posyandu. Nah itu yang buat kita masih kurang maksimal,” ungkapnya lagi.

Selain dari sarana yang kurang mencukupi, ia berharap kesadaran masyarakat kota Samarinda untuk mengunjungi posyandu juga turut digencarkan.

“Dan juga disana warga yang datang ke posyandu sekitar 90 persen sementara kita belum sampai segitu. Akhirnya data stunting mereka sudah betul-betul terdata,” tuturnya.

Baca juga: 100 Balita Gizi Buruk dan Stunting di Penajam Paser Utara Dapat Bantuan Beras Hingga Telur

Camat Samarinda Ilir, Ramdani mengatakan bahwa pemantauan dan segala upaya terus digalakkan dalam mengentaskan kasus stunting.

“Ini tentu tidak mudah, hanya saja sebagai petugas kita kecamatan dan kelurahan untuk tetap memperhatikan secara detail, makanan tambahan, dan segala upaya yang ada,” sebut Ramdani.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved