Kamis, 30 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pemerataan IKD Balikpapan Terkendala Alat dan Smartphone, Disdukcapil Turun Langsung ke Warga

Disdukcapil Balikpapan percepat aktivasi IKD di Balikpapan Barat, namun terbentur keterbatasan alat dan akses teknologi warga

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah
JEMPUT BOLA - Tirta Dewi Kepala Disdukcapil Balikpapan saat diwawancarai Tribun Kaltim di Pemkot. Disdukcapil Balikpapan percepat aktivasi IKD di Balikpapan Barat, namun terbentur keterbatasan alat dan akses teknologi warga. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

Kolaborasi ini dinilai penting karena RT memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi warganya.

Baca juga: Kiat Wanita Balikpapan Cegah Diabetes Sejak Dini, Soroti Porsi Nasi Panas

Langkah ini bukan tanpa dasar. Pengalaman di Balikpapan Timur menunjukkan pendekatan langsung ke masyarakat cukup efektif dengan tingkat partisipasi yang tinggi.

“Di Balikpapan Timur sangat antusias. Bulan lalu sebelum puasa kami sudah lakukan di sana dan responsnya cukup baik,” ungkapnya.

Tingginya antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam memperluas cakupan aktivasi IKD ke wilayah lain.

Tantangan Akses Teknologi

Namun di balik capaian tersebut, Disdukcapil menghadapi kendala yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan administratif. Persoalan utama justru terletak pada kesiapan masyarakat dalam mengakses teknologi.

Menurut Tirta, tidak semua warga memiliki perangkat smartphone yang menjadi syarat utama aktivasi IKD.

Baca juga: Polresta Siapkan 200 Personel Amankan Laga ‎Persiba Balikpapan vs Persipura Jayapura

Hal ini membuat sebagian masyarakat belum dapat menikmati layanan digital tersebut.

“Kendala kita adalah masih ada warga yang tidak punya handphone atau smartphone. Sementara IKD ini berbasis digital, jadi memang harus menggunakan smartphone,” ujarnya.

Tantangan Pemerataan Digitalisasi

Tirta Dewi menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memaksakan masyarakat untuk memiliki perangkat tersebut. Namun, kondisi ini menjadi tantangan serius dalam pemerataan layanan administrasi berbasis digital.

“Kita tidak bisa memaksa warga harus punya smartphone. Ini yang jadi kendala di lapangan,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, percepatan IKD di Balikpapan tidak hanya bergantung pada penyediaan layanan, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan kemampuan masyarakat dalam mengakses teknologi.

Tanpa dukungan tersebut, digitalisasi administrasi kependudukan berpotensi meninggalkan sebagian kelompok masyarakat. (dha/ADV Diskominfo Balikpapan)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved