Program Makan Bergizi Gratis
Keluhan Menu MBG Ramadan, 3 Dapur SPPG Tarakan Disetop, Ini Penjelasan Resmi Korwil
Tiga dapur SPPG di Tarakan dihentikan sementara akibat keluhan warga selama Ramadan
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Keluhan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kota Tarakan berbuntut pada penghentian sementara operasional tiga dapur SPPG.
Langkah ini diambil menyusul berbagai laporan orangtua terkait pengemasan, kombinasi menu, hingga distribusi.
Korwil SPPG Tarakan, Dewi, menjelaskan bahwa penghentian tersebut bukan kewenangan daerah, melainkan keputusan dari pusat yang saat ini masih dalam proses evaluasi.
Dewi menegaskan, apabila terdapat keluhan di lapangan, masyarakat sebaiknya segera melaporkan langsung ke dapur SPPG terkait. Jika tidak memiliki akses, laporan dapat disampaikan melalui PIC sekolah.
“Dalam menyelesaikan masalahnya harus ke dapurnya terlebih dahulu kemudian diselesaikan,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Tarakan Soroti Menu MBG Ramadan, SPPG Jawab Isu Ulat dan Kemasan
Untuk memperjelas alur pelaporan, pihaknya berencana menyusun flow chart mekanisme pengaduan dan mendistribusikannya ke seluruh SPPG. Mekanisme tersebut sebenarnya telah disampaikan sebelumnya kepada kepala SPPG, namun diduga belum tersosialisasi secara maksimal.
Penghentian Tiga Dapur
Dewi membenarkan bahwa saat ini terdapat tiga SPPG di Tarakan yang dihentikan sementara operasionalnya. Ia menegaskan, sebagai Korwil dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan atau memberikan sanksi.
“Tugas saya hanya melaporkan. Yang saya laporkan tiga dapur kemarin, dengan permasalahan kemasan. Itu pun tidak semuanya menggunakan plastik gula, sebagian juga pakai vakum. Namun yang terangkat di media adalah yang menggunakan plastik gula,” jelasnya.
Penghentian ini masih dalam tahap analisis menyusul adanya keluhan penerima manfaat, termasuk yang sempat viral terkait ketidaksesuaian menu dan persoalan pengemasan.
Tiga titik sekolah terdampak berada di wilayah Kampung Empat dan Karang Anyar, termasuk SMPN 2 Tarakan. Namun, detail lokasi dapur tidak disebutkan secara rinci.
Baca juga: Keluhan Menu MBG di Tarakan, Korwil Tarakan Jelaskan Mengapa Telur Selalu Disajikan
Evaluasi Administrasi
SPPG yang dihentikan dapat kembali beroperasi setelah melengkapi dan mengajukan ulang persyaratan administrasi, seperti SLS, sertifikat halal, dan uji air. Tidak ada batas waktu minimal maupun maksimal untuk evaluasi tersebut.
“Jika seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, operasional dapat dilanjutkan kembali,” tegas Dewi.
Dalam skema pelayanan, satu SPPG melayani maksimal 3.000 penerima manfaat dan umumnya melayani satu sekolah. Tidak memungkinkan satu sekolah dilayani dua SPPG sekaligus.
Di Tarakan, terdapat dapur yang melayani lebih banyak penerima manfaat karena masih dalam proses pembangunan dapur tambahan.
Terkait laporan distribusi yang tidak rutin, Dewi menyebut perlu pengecekan lebih lanjut kepada masing-masing kepala SPPG. Pada prinsipnya, distribusi dilakukan berdasarkan kesepakatan antara SPPG dan pihak sekolah. (*)
| SPPG Polres PPU Kembali Beroperasi, 1.189 Porsi Makanan Aman Didistribusikan |
|
|---|
| 11 Dapur Makan Bergizi Gratis di Kutai Timur Kembali Beroperasi Usai Disanksi |
|
|---|
| Dapur MBG Selisun 2 Resmi Beroperasi, Bupati Nunukan Minta Pengelola Jaga Mutu |
|
|---|
| 4 Dapur MBG di PPU Masih Tutup Sementara, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kaltim Sudah Sasar 14 Ribu Ibu Hamil hingga Balita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260302_Rapat-Dengar-Pendapat-dengan-SPPG-Kaltara.jpg)