Jumat, 8 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Keluhan Menu MBG Ramadan, 3 Dapur SPPG Tarakan Disetop, Ini Penjelasan Resmi Korwil

Tiga dapur SPPG di Tarakan dihentikan sementara akibat keluhan warga selama Ramadan

Tayang: | Diperbarui:
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
DIHENTIKAN SEMENTARA - Korwil SPPG Tarakan saat menyampaikan jawaban dari berbagai pertanyaan disampaikan dalam RDP siang tadi, Selasa (2/3/2026). Tiga dapur SPPG di Tarakan dihentikan sementara akibat keluhan warga selama Ramadan. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:
  • Tiga dapur SPPG Tarakan dihentikan sementara menyusul laporan keluhan orangtua.
  • Penghentian merupakan kewenangan pusat dan masih dalam tahap evaluasi administrasi.
  • Korwil SPPG mengarahkan pengaduan langsung ke dapur atau PIC sekolah untuk penyelesaian cepat.

TRIBUNKALTIM.CO - Keluhan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kota Tarakan berbuntut pada penghentian sementara operasional tiga dapur SPPG

Langkah ini diambil menyusul berbagai laporan orangtua terkait pengemasan, kombinasi menu, hingga distribusi.

Korwil SPPG Tarakan, Dewi, menjelaskan bahwa penghentian tersebut bukan kewenangan daerah, melainkan keputusan dari pusat yang saat ini masih dalam proses evaluasi.

Dewi menegaskan, apabila terdapat keluhan di lapangan, masyarakat sebaiknya segera melaporkan langsung ke dapur SPPG terkait. Jika tidak memiliki akses, laporan dapat disampaikan melalui PIC sekolah.

“Dalam menyelesaikan masalahnya harus ke dapurnya terlebih dahulu kemudian diselesaikan,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Tarakan Soroti Menu MBG Ramadan, SPPG Jawab Isu Ulat dan Kemasan

Untuk memperjelas alur pelaporan, pihaknya berencana menyusun flow chart mekanisme pengaduan dan mendistribusikannya ke seluruh SPPG. Mekanisme tersebut sebenarnya telah disampaikan sebelumnya kepada kepala SPPG, namun diduga belum tersosialisasi secara maksimal.

Penghentian Tiga Dapur

Dewi membenarkan bahwa saat ini terdapat tiga SPPG di Tarakan yang dihentikan sementara operasionalnya. Ia menegaskan, sebagai Korwil dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan atau memberikan sanksi.

“Tugas saya hanya melaporkan. Yang saya laporkan tiga dapur kemarin, dengan permasalahan kemasan. Itu pun tidak semuanya menggunakan plastik gula, sebagian juga pakai vakum. Namun yang terangkat di media adalah yang menggunakan plastik gula,” jelasnya.

Penghentian ini masih dalam tahap analisis menyusul adanya keluhan penerima manfaat, termasuk yang sempat viral terkait ketidaksesuaian menu dan persoalan pengemasan.

Tiga titik sekolah terdampak berada di wilayah Kampung Empat dan Karang Anyar, termasuk SMPN 2 Tarakan. Namun, detail lokasi dapur tidak disebutkan secara rinci.

Baca juga: Keluhan Menu MBG di Tarakan, Korwil Tarakan Jelaskan Mengapa Telur Selalu Disajikan

Evaluasi Administrasi

SPPG yang dihentikan dapat kembali beroperasi setelah melengkapi dan mengajukan ulang persyaratan administrasi, seperti SLS, sertifikat halal, dan uji air. Tidak ada batas waktu minimal maupun maksimal untuk evaluasi tersebut.

“Jika seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, operasional dapat dilanjutkan kembali,” tegas Dewi.

Dalam skema pelayanan, satu SPPG melayani maksimal 3.000 penerima manfaat dan umumnya melayani satu sekolah. Tidak memungkinkan satu sekolah dilayani dua SPPG sekaligus.

Di Tarakan, terdapat dapur yang melayani lebih banyak penerima manfaat karena masih dalam proses pembangunan dapur tambahan.

Terkait laporan distribusi yang tidak rutin, Dewi menyebut perlu pengecekan lebih lanjut kepada masing-masing kepala SPPG. Pada prinsipnya, distribusi dilakukan berdasarkan kesepakatan antara SPPG dan pihak sekolah. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved