Berita Tarakan Terkini
BMKG Tarakan Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Selama Periode Lebaran 2026
BMKG memprediksi, cuaca akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai ancaman banjir rob di wilayah pesisir
TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Masyarakat di wilayah Tarakan dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode Lebaran 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai ancaman banjir rob di wilayah pesisir.
Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsoon Asia yang membawa massa uap air dalam jumlah besar menuju wilayah Kalimantan Utara.
“Selama periode Lebaran, cuaca didominasi hujan sedang hingga lebat. Hal ini dikarenakan Monsoon Asia masih aktif, sehingga uap air yang dibawa dari Asia menuju Kaltara, termasuk Tarakan, tergolong cukup tinggi,” ungkap Sulam Khilmi saat dikonfirmasi mengenai prakiraan cuaca arus mudik dan balik Idulfitri.
Berdasarkan pantauan terkini, pertumbuhan awan hujan di Tarakan masih sangat signifikan.
Meski BMKG memprediksi cuaca akan relatif cerah pada 13-15 Maret 2026, masyarakat diminta tidak lengah. Potensi hujan lebat akan kembali meningkat mulai 16 hingga 19 Maret dengan status kewaspadaan kategori kuning.
Baca juga: Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan saat Lebaran 21 Maret 2026
“Pada tanggal 16 sampai 19 Maret, kita masuk kategori kuning lagi. Artinya, intensitas hujan kembali berada pada level sedang hingga lebat,” tambahnya.
Selain curah hujan tinggi, fenomena alam lain yang perlu diantisipasi adalah banjir rob. Sulam menjelaskan bahwa fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee) akan memicu kenaikan air laut.
Potensi banjir rob ini diprediksi terjadi dalam rentang waktu dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fase tersebut, yakni mulai 17 hingga 21 Maret 2026.
“Khusus untuk Tarakan dan Pulau Bunyu, harap waspada terhadap potensi banjir rob pada periode tersebut,” tegasnya.
Baca juga: Gempa Hari Ini Guncang Garut Jawa Barat Magnitudo 3,0, Cek Info BMKG
Terkait fenomena global, BMKG memastikan bahwa saat ini kondisi La Nina masih dalam kategori lemah, sehingga tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap anomali cuaca di wilayah Tarakan. (*)
| Dikira Suara Monyet Loncat, Ternyata Longsor Hantam Rumah di Tarakan |
|
|---|
| Kapal KM Bukit Siguntang Bakal Telat Sandar, Tiba di Tarakan Pukul 22.30 WITA |
|
|---|
| Polisi Gelar Perkara Kecelakaan di Depan Bandara Juwata Tarakan, Sopir Truk Sempat Syok |
|
|---|
| Akibat Konsleting Listrik, Toko Sayuran di Karang Anyar Tarakan Nyaris Habis Terbakar |
|
|---|
| WFH Belum Urgen, Camat Tarakan Utara: Layanan Masyarakat Tak Bisa Ditunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260320-Kepala-BMKG-Kota-Tarakan-M-Sulam-Khilmi.jpg)