Kesehatan
Dokter THT dari RS Restu Ibu Balikpapan Imbau Warga Jangan Sering Korek Telinga, Ada Cara Amannya
menurut dr. Yuwan, penggunaan cotton bud atau alat pembersih telinga justru kerap mendorong kotoran masuk lebih dalam ke liang telinga
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebagian masyarakat di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, masih menganggap membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat pengorek telinga menjadi upaya untuk menjaga kebersihan.
Namun, nyatanya kebiasaan tersebut justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Hal ini disampaikan langsung oleh Dokter Spesialis THT Restu Ibu Hospital Balikpapan, dr. Yuwan Pradana, Sp.THT-KL kepada TribunKaltim.co pada Minggu (7/6/2026) siang.
Ia mengatakan, telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan diri tanpa perlu dikorek.
Baca juga: Sering Pakai Earphone Keras? Dokter THT Ungkap Risiko Telinga Berdengung hingga Gangguan Pendengaran
Sebab menurut dr. Yuwan, penggunaan cotton bud atau alat pembersih telinga justru kerap mendorong kotoran masuk lebih dalam ke liang telinga.
Sehingga menyebabkan sumbatan kotoran dan hambatan pendengaran.
"Kalau untuk kebersihan telinga sebenarnya tidak perlu dikorek. Kotoran telinga itu bisa keluar sendiri misalnya saat mandi, berwudhu, dan ketika kita menggerakkan rahang saat mengunyah atau berbicara," ujarnya di Balikpapan.
Ia juga menjelaskan, kotoran telinga sebenarnya diproduksi di bagian luar liang telinga.
Baca juga: Tips Bersihkan Earphone ala Remaja Balikpapan agar Terhindar dari Bakteri Telinga
Karena itu, kotoran yang menumpuk hingga dekat dengan gendang telinga umumnya terjadi akibat dorongan dari benda yang dimasukkan ke dalam telinga.
"Kotoran diproduksi di sepertiga luar liang telinga. Kenapa bisa tersumbat? Karena terdorong-dorong oleh cotton bud atau benda lain hingga masuk ke dalam," ucapnya.
Berpotensi Melukai Kulit
Selain menyebabkan sumbatan, penggunaan alat pengorek telinga berbahan logam juga berisiko melukai kulit liang telinga.
Bahkan jika terlalu sering dilakukan, alat berbahan logam pengorek telinga tersebut justru akan merusak gendang telinga.
"Jangan dibersihkan pakai sendok besi atau alat lain. Tidak sedikit yang akhirnya gendang telinganya pecah atau kulit liang telinganya robek dan berdarah," tegasnya.
Untuk itu, dr. Yuwan menyarankan masyarakat agar cukup mengeringkan telinga setelah mandi menggunakan handuk atau tisu.
Baca juga: Bolehkah Mengorek atau Membersihkan Telinga Ketika Puasa? Inilah Penjelasan dan Hukumnya
Namun, jika terdapat air yang masuk ke dalam telinga dan sulit keluar, sebaiknya gunakan ujung tisu yang dipelintir untuk menyerap air tanpa perlu mengorek bagian dalam telinga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240325_TELINGA.jpg)