Minggu, 12 April 2026

Berita Berau Terkini

DLHK Berau Ciptakan Minim Sampah saat Bulan Ramadhan

Menghindari peningkatan volume sampah akibat banyaknya sisa makanan dan sampah plastik selama bulan Ramadhan

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menghindari peningkatan volume sampah akibat banyaknya sisa makanan dan sampah plastik selama bulan Ramadhan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memberikan beberapa tips.

Untuk mengatasi sampah selama Ramadhan, Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana mengajak masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan di sepanjang bulan suci Ramadhan.

Pihaknya juga ingin mengajak masyarakat memberikan keteladanan dengan perubahan kecil terkait sampah.

Dengan kampanye Ramadhan minim sampah, pihaknya mengajak masyarakat agar bisa meminimalisir sampah selama bulan suci Ramadhan.

Salah satunya dengan cara menghabiskan makanan saat berbuka dan sahur sehingga, tidak ada sisa makanan yang harus dibuang.

Baca juga: DLHK Berau Cari Solusi untuk Masalah Sampah di Pulau Derawan Berau

Baca juga: Tekan Volume Sampah di Sungai Kelay dan Segah, DLHK Berau Datangkan Kapal Sampah

"Makan secukupnya saja dan dihabiskan. Agar tidak ada sisa makanan yang terbuang," jelasnya kepada Tribunkaltim, Jumat (15/3/2024).

Selain itu, dirinya juga mengimbau agar masyarakat yang membeli takjil atau makanan untuk membawa tas guna ulang atau wadah makanan. Agar tidak perlu menggunakan plastik pembungkus yang sekali pakai.

Pun menggunakan wadah guna ulang atau wadah reuseable untuk menyimpan makanan dan minuman. Mengurangi belanja makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan plastik dan styrofoam.

"Berbagai langkah sederhana itu dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk bersama-sama merubah perilaku agar lebih ramah lingkungan," terangnya.

Baca juga: Bupati Sri Juniarsih Tegas Minta DLHK Berau Tangani Sampah

Yang menjadi penting yakni memilah sampah dari rumah untuk mendorong ekonomi sirkular. Di mana sampah organik sebaiknya dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik disetor ke bank sampah.

"Untuk memastikan lingkungan terjaga baik dengan cara mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved