Berita Kukar Hari Ini
Program Makan Bergizi Gratis Program Unggulan Pemkab Kukar
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu misi unggulan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam RPJMD 2025–2029.
Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu misi unggulan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam RPJMD 2025–2029.
Berikut tentang program Makan Bergizi Grati ( MBG ) yang menjadi program unggulan Pemkab Kukar ( Kutai Kartanegara ).
Latar Belakang
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu misi unggulan Bupati Kukar dalam RPJMD 2025–2029.
Pelaksana utama program ini adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.
Sasaran Program
- Balita: 43.858 anak penerima manfaat pada tahun pertama, dengan proyeksi peningkatan sekitar 10 persen per tahun.
- Lansia: Kelompok sasaran akan ditetapkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar.
Cakupan Awal
- 827 posyandu di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.
- Dinas Kesehatan Kukar akan memberikan pendampingan penuh.
“Dinas Kesehatan kebagian dua kegiatan utama, yaitu pendampingan kader posyandu serta pengawasan keamanan dan kandungan gizi makanan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kusnandar.
Fokus Pendampingan
* Pelatihan kader posyandu di seluruh kecamatan.
* Materi pelatihan meliputi:
* Pemantauan tumbuh kembang anak.
* Edukasi gizi seimbang.
* Penerapan enam standar pelayanan minimal posyandu.
“Fokus kami bukan sekadar membagikan makanan, tapi memastikan kader memiliki kemampuan dalam mendampingi masyarakat.”
Alokasi Anggaran Dinkes Kukar
* Tahun 2025: Rp112 juta untuk pendampingan kader.
* Tahun 2026–2030: Rp400,2 juta per tahun.
* Sumber anggaran dari dua subkegiatan utama:
* Pengelolaan pelayanan gizi masyarakat.
* Pengelolaan kesehatan lingkungan.
* Total anggaran: Rp395 juta pada 2026 dan meningkat menjadi Rp491 juta pada 2030.
Peran Kader Posyandu
* Mengikuti pelatihan penjamah makanan dari petugas sanitarian.
* Mendapat supervisi dari puskesmas dengan dukungan Dinkes Kukar.
* Wajib menguasai 25 kompetensi dasar.
“Yang terpenting ada kemauan dulu untuk menjadi kader. Soal kemampuan, nanti kami latih.”
Tujuan Akhir
* Pemerataan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
* Peningkatan kualitas layanan posyandu hingga ke tingkat desa.
Wilayah yang Siap Jalankan Program
Kecamatan Loa Janan disebut sebagai salah satu wilayah yang sudah lebih siap.
“Daerah seperti Loa Janan sudah lebih maju. Ini akan jadi contoh bagi kecamatan lain.” (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/04122025_Makn_Bergizijpg.jpg)