Berita Kesehatan
Pesan Annisa Pohan Yudhoyono pada HUT ke-48 KJS: Banyak Usia Muda Terkena Penyakit Jantung
Pesan Ketua Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono pada HUT ke-48 KJS, sekarang ini banyak usia muda terkena penyakit jantung.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan jantung.
Imbauan ini disampaikan di hadapan ribuan peserta webinar semua peserta Webinar dalam rangka ulang tahun Klub Jantung Sehat (KJS) ke 48 yang diikuti para pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, maupun YJI Cabang Kabupaten/Kota serta Klub-Klub Jantung Sehat seluruh Indonesia, Sabtu (28/2/2026).
Menariknya, Annisa Pohan yang juga sebagai istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan data yang cukup mencengangkan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah pasien penyakit jantung berdasarkan kelompok usia muda 25-34 tahun mendominasi dengan jumlah 140.206 orang.
Jumlah ini sedikit di atas kelompok usia muda 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang.
Fakta ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat penyakit jantung biasanya didominasi pada usia yang lebih tua.
Namun kenyataan menunjukkan bahwa kelompok usia muda, khususnya usia 25-34 tahun dan usia 15-24 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkena penyakit jantung.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya penderita penyakit jantung di kalangan anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat.
Seperti kurangnya aktivitas fisik. Budaya ”mager”, malas gerak.
Baca juga: 3 Manfaat Memiliki Pohon di Rumah, Jantung Sehat hingga Tameng Serangan Stres Panas
Pola makan yang tidak seimbang, serta tingginya konsumsi alkohol dan rokok, termasuk rokok elektrik.
Pada bagian lain, Prof. Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.JP., FACC., salah satu pendiri Klub Jantung Sehat (KJS) menjelaskan, bahwa selama 1 tahun, anggota KJS Jakarta baru sebanyak 35 orang, dan saat ini sudah puluhan ribu jumlah anggotanya di seluruh Indonesia.
Prof. Dede diangkat sebagai guru besar Universitas Indonesia pada Tahun 2003 dan mendedikasikan pada pengayaan ilmu kedokteran di almamaternya, yaitu Universitas Indonesia.
Saat ini Prof Dede di kepengurusan YJI didaulat sebagai Pembina. Prof. Dede telah berusia 83 tahun.
Pria yang cukup relegius masih enerjik ini sudah ratusan kali menjadi pembicara pada seminar atau pertemuan nasional maupun internasional dan tidak terhitung lagi publikasi ilmiah di bidang kesehatan jantung.
Dia banyak menjelaskan tentang sejarah berdirinya Yayasan Jantung Indonesia sejak Tahun 1974 hingga sekarang.
