Berita Nasional Terkini
Anggota DPR Bikin Gaduh, Jusuf Kalla: Jangan Bicara Asal-asalan dan Hina Masyarakat
Anggota dewan bikin gaduh, Jusuf Kalla: Anggota DPR jangan bicara asal-asalan dan hina masyarakat.
TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK menyikapi kondisi Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini.
JK menyoroti sikap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan aksi demonstrasi yang berlangsung tiga kali dalam sepekan ini.
Pertama aksi demo pada Senin 25 Agustus 2025, lalu Kamis 28 Agustus, dan hari ini, Jumat 29 Agustus 2025.
Aksi demo ini berawal dari adanya tunjangan rumah anggota DPR RI sebesar Rp50 juta per bulan.
Masalah ini kemudian diperburuk lagi dengan respons dan reaksi anggota DPR RI yang bikin gaduh.
Jusuf Kalla pun memperingatkan anggota DPR untuk tidak asal-asalan dalam berbicara serta tidak menghina masyarakat saat menanggapi kritik dan keresahan publik.
Baca juga: Rusdi Masse Gantikan Ahmad Sahroni jadi Wakil Ketua Komisi III DPR, Ini Penjelasan Nasdem
JK, sapaan akrabnya, berpandangan bahwa ucapan para anggota dewan merupakan penyebab maraknya unjuk rasa yang bergulir di berbagai daerah.
"Tentunya bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri, menjadi pelajaran yang besar. Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab dari masalah," kata Jusuf Kalla dalam keterangan video, Jumat (29/8/2025).
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada pejabat serta wakil rakyat untuk menahan diri dan menyaring betul-betul setiap ucapan dan tindakan.
"Ini menjadi pelajaran yang besar. Para pejabat, anggota DPR untuk menahan diri. Jangan asal bicara yang bisa menghina dan menyakiti hati masyarakat," imbau JK
Selebihnya, ia mengingatkan pemerintah untuk secara bersama-sama menjaga kondisi tetap kondusif.
JK khawatir, apabila terjadi terus menerus akan berpengaruh pada kehidupan semua pihak.
"Kita harapkan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang baik bagi masyarakat. Harus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat serta menjaga masyarakat," ujarnya.
Ia memahami masyarakat, termasuk pengemudi ojek online, merasa marah karena salah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21 tahun), tewas dilindas rantis barracuda yang dikendarai polisi.
Namun, ia meminta masyarakat untuk menahan diri karena ekonomi bisa terganggu bila keributan terus terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250613_JK-soal-sengketa-4-pulau.jpg)