Berita Nasional Terkini
Anggota DPR Bikin Gaduh, Jusuf Kalla: Jangan Bicara Asal-asalan dan Hina Masyarakat
Anggota dewan bikin gaduh, Jusuf Kalla: Anggota DPR jangan bicara asal-asalan dan hina masyarakat.
"Kenapa? Kita ini memang orang pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita, tetapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita," sambung Sahroni yang dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok ini.
Ucapan itu sontak memicu gelombang kecaman baru karena Sahroni dinilai merendahkan rakyat yang tengah meluapkan kekecewaan.
Pernyataan para anggota dewan ini ditengarai memantik kemarahan publik sehingga menggelar sejumlah aksi unjuk rasa di sejumlah daerah, termasuk di Gedung DPR pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025).
Kondisi ini semakin bergejolak setelah insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, di Jakarta pada Kamis malam kemarin (28/8/2025).
Aksi unjuk rasa ini pun meluas tidak sekadar memprotes tunjangan para anggota dewan, melainkan juga menuntut keadilan atas kekerasan yang dilakukan oleh aparat.
Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR
Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni dicopot dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR, Jumat (29/8/2025).
Keputusan tersebut tercantum dalam surat dari Fraksi Partai Nasdem di DPR bernomor 758/DPR-RI/VIII/2025 tertanggal 29 Agustus 2025 kepada Ketua DPR.
Dalam surat tertulis, Ahmad Sahroni yang semula menjabat Wakil Ketua Komisi III kini ditempatkan sebagai anggota Komisi I.
Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR kemudian diemban oleh Rusdi Masse Mappasessu yang sebelumnya merupakan anggota Komisi IV DPR.
Dengan begitu, Ahmad Sahroni tak lagi menjabat sebagai pimpinan komisi, tetapi hanya anggota di Komisi I DPR.
Mengapa Ahmad Sahroni dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR?
Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja fraksi agar selaras dengan semangat restorasi Indonesia.
“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Viktor juga menekankan betapa pentingnya menjaga soliditas internal dan memastikan politik restorasi benar-benar hadir dalam kerja nyata legislasi, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.