Berita Nasional Terkini
Anggota DPR Bikin Gaduh, Jusuf Kalla: Jangan Bicara Asal-asalan dan Hina Masyarakat
Anggota dewan bikin gaduh, Jusuf Kalla: Anggota DPR jangan bicara asal-asalan dan hina masyarakat.
Dengan rotasi ini, Fraksi Nasdem mempertegas fokus untuk memperkuat agenda-agenda pengawasan dan legislasi di bidang hukum.
Apakah keputusan ini akibat pernyataan kontroversi Sahroni?
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Hermawi Taslim membenarkan keputusan tersebut, namun mengatakan bahwa Sahroni tidak dicopot melainkan bagian dari rotasi.
Kompas.com menanyakan apakah rotasi tersebut berkaitan dengan pernyataan Sahroni soal "orang paling tolol sedunia", Hermawi membantah hal tersebut.
"Tidak ada hubungannya dengan pernyataan-pernyataan (Sahroni). Ini rotasi biasa," kata Hermawi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Hermawi menjelaskan, Sahroni tidaklah dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III.
Klaimnya, rotasi tersebut bagian dari penyegaran di komisi tersebut.
"Rotasi rutin, sesuatu yang biasa aja di NasDem. Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran," jelas Hermawi.
Seperti apa pernyataan kontroversi “tolol” Ahmad Sahroni?
Sebelumnya, Sahroni menjadi salah satu anggota DPR yang disorot publik akibat pernyataannya beberapa waktu belakangan.
Salah satunya terkait desakan untuk membubarkan DPR, di mana dia menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol. Sahroni menuturkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, tetapi orang yang mengatakan ingin membubarkan DPR adalah sikap yang keliru.
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” kara Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
“Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," sambung dia.
Ucapan tersebut langsung menuai reaksi keras dari warganet dan sejumlah kelompok masyarakat.
Baca juga: Kondisi Demo Buruh Hari Ini, Ahmad Sahroni Sebut DPR Diimbau WFH: Pulang Ribet, ke Mana-mana Susah
Bagaimana respons Sahroni terkait reaksi masyarakat?
Setelah banyak pihak yang menilai Sahroni arogan dan meremehkan suara rakyat di tengah krisis ekonomi, dia pun memberikan klarifikasi.
Menurut klasifikasinya, Sahroni mengaku tidak bermaksud merendahkan masyarakat yang mengkritik DPR.
“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada. Bahasa gue itu soal logika berpikir, bukan ke masyarakatnya,” ujar Sahroni, dilansir dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, istilah “tolol” yang ia ucapkan ditujukan pada pola pikir orang yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. “Kalau cuma soal tunjangan lalu bilang bubarkan DPR, itu enggak make sense. Perlu ada penjelasan yang detail,” jelas dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Kompas.com
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Jusuf Kalla: Mari Semua Menahan Diri dan Menjaga Situasi Bangsa Ini
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.