Jumat, 8 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

4.711 Kasus Keracunan MBG dan Terus Bertambah, Siswa Sakit Perut Usai Makan Mie

Korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis terus bermunculan, dan jumlah kasus keracunan terus bertambah.

Tayang:
Tribun Kaltim
KERACUNAN MBG - Ratusan siswa kembali menjadi korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (24/9/2025). (TRIBUN KALTIM) 

TRIBUNKALTIM.CO - Korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis terus bermunculan.

Kali ini, ratusan siswa kembali menjadi korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (24/9/2025).

Kasus keracunan massal akibat program MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat telah menimbulkan keprihatinan luas.

Keracunan massal itu terjadi pada Senin 22 September 2025 hingga Rabu, 24 September 2025.

Baca juga: Kasus Keracunan MBG Prabowo Nihil di Samarinda, Dinkes Andalkan Satgas Pengawasan SPPG

Jumlah korban lebih dari 411 pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sesak napas.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah mengatakan kasus kali ini berbeda dengan keracunan yang terjadi pada Senin (22/9/2025) dengan korban 411 siswa.

Sajian MBG yang menyebabkan keracunan kali ini berasal dari dapur SPPG di Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari, Cipongkor.

"Untuk kasus baru ini berasal dari dapur berbeda. Karena dapur MBG ini masih beroperasi," kata dia, Rabu (24/9/2025).

Menurut dia, siswa-siswa keracunan MBG terus berdatangan dengan berbagai kondisi.

Mereka yang datang mengalami pingsan, lemas hingga digendong oleh keluarga.

Puluhan ambulans pun terlihat hilir mudik mengangkut siswa yang akan dirujuk ke rumah sakit.

Di GOR Kecamatan Cipongkor, puluhan korban keracunan MBG terlihat terbaring di tempat tidur lipat.

Baca juga: Dinkes Samarinda Andalkan Tenaga Ahli Gizi di 26 Puskesmas untuk Dampingi Pengawasan MBG

Kondisinya pun penuh sesak. Ada yang diinfus hingga menggunakan alat bantu pernafasan.

"Sampai saat ini mungkin sudah sekitar 220 yang datang. Jumlahnya terus bertambah," kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah saat dikonfirmasi.

Yuyun mengungkapkan, petugas medis cukup kewalahan menangani korban keracunan MBG yang terus berdatangan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved