Berita Nasional Terkini
Prabowo Soal Pelaksanaan Program MBG, Minta Jangan Dipaksakan
Presiden Prabowo Subianto, kembali menekankan soal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kepada jajarannya.
Awalnya, Prabowo mengingatkan agar para guru dan semua yang terlibat untuk mendidik anak untuk mengingatkan para murid cuci tangan sebelum makan.
Baca juga: Bukan Nasi Goreng, Dapur MBG Panjaitan Tenggarong Sajikan Menu Bergizi Seimbang saat Ultah Prabowo
"Sebaiknya kita mulai didik anak-anak kita, karena namanya anak-anak mungkin dia merasa sudah dicuci, atau apa dan sebagainya, ya mungkin kita harus sekarang, Kepala BGN sudahlah dibagi saja sendok yang sederhana, tidak apa, saya kira sendok itu tidak terlalu mahal," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, sekolah juga harus memiliki sumber air bersih dengan sabun agar para murid bisa cuci tangan.
"Berarti di tiap sekolah harus tersedia air yang bersih dan dengan sabun," kata Prabowo.
Meski lebih banyak rakyat Indonesia merasa lebih nyaman makan pakai tangan, namun Prabowo meminta para guru tetap mengingatkan murid agar tidak malas cuci tangan.
Baca juga: Disdik Tepis Isu Menu MBG Makan Bergizi Gratis Balikpapan Hanya Nasi Goreng, Bervariasi Lezat
"Rakyat kita memang lebih enak makan pakai tangan, tapi ya ini kita sebagai pemimpin, sebagai guru, sebagai orang tua tidak boleh malas untuk mengingatkan," tuturnya.
Selain itu, Prabowo meminta Kepala BGN memiliki prosedur ketat dalam melaksanakan program MBG.
"Terus saya tekankan, Kepala BGN dan jajarannya untuk menghasilkan sesuatu prosedur tetap yang ketat, menggunakan alat-alat yang terbaik untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi," tegasnya.
Jumlah Korban Keracunan MBG
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat jumlah korban keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian bertambah.
Baca juga: Reaksi Wabup Berau Gamalis soal Wacana Insentif Guru untuk MBG
Koordinator Nasional (Koornas) JPPI Ubaid Matraji mengatakan, hingga 19 Oktober 2025, jumlah siswa yang keracunan MBG sudah mencapai 13.168 anak.
"Jika ditotal, jumlah korban per 19 Oktober 2025 mencapai 13.168 anak," kata Ubaid dikuti dari keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Ubaid tidak sepakat dengan klaim Presiden Prabowo Subianto tentang 99,9 persen program MBG berhasil karena hanya 0,0007 persdn penerima yang disebut mengalami keracunan.
Siswa korban MBG sudah capai ribuan Klaim tersebut disampaikan Prabowo sambil menyebut kasus keracunan sebagai hal yang masih dalam batas ilmiah.
Baca juga: Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Pangan Aman dan Sehat
"Klaim ini bukan bukti keberhasilan, melainkan tanda bahaya. Pemerintah sedang menormalisasi MBG yang amburadul, sekaligus menyepelekan keselamatan nyawa anak," ujarnya.
| Wapres Gibran Usul Hakim Ad Hoc Sidangkan Kasus Andrie Yunus, Ini Alasannya |
|
|---|
| Prabowo: Avtur Bisa Diproduksi dari Minyak Jelantah sebagai Energi Terbarukan |
|
|---|
| Sosok Saiful Mujani, Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Pernyataan Jatuhkan Prabowo |
|
|---|
| Sosok Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata yang Dicecar DPR Usai Kesulitan Jelaskan Selisih Data |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Pastikan BGN Tak Lagi Beli Motor Listrik pada 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251009_PRABOWO-PANGGIL-MENTERI-today.jpg)