Senin, 18 Mei 2026

Amalan dan Doa

Isi Khutbah Jumat Hari Ini, 10 April 2026, Mengupayakan Menjadi Haji Mabrur

Isi khutbah Jumat hari ini, 10 April 2026. Mengupayakan menjadi haji mabrur

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
DOK TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
KHUTBAH JUMAT - Ilustrasi suasana ibadah shalat Jumat di Masjid Al-Musyawarah, Jalan Anggrek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (20/3/2020). Isi khutbah Jumat hari ini, 10 April 2026. Mengupayakan menjadi haji mabrur. (DOK TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN) 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini, Jumat 10 April 2026, umat Islam menunaikan ibadah shalat Jumat. 

Ibadah shalat Jumat adalah pengganti shalat Dhuhur. 

Dilansir TribunKaltim.co dari laman Kementerian Agama (Kemenag), khutbah Jumat merupakan rangkaian ibadah yang memiliki peran penting karena menjadi salah satu syarat sahnya shalat Jumat. 

Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang Empat Pilar Haji yang Mabrur, yang disusun oleh Abu Cecen A. Khusaeri, seperti dikutip dari laman Kemenag Provinsi Jawa Barat:

Baca juga: Khutbah Jumat 27 Februari 2026, Mensyukuri Nikmat Dipertemukan Lagi dengan Ramadan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ حَجَّ بَيْتِهِ الأَمِيْنِ رُكْنًا مِنْ أَرْكَانِ الدِّيْنِ، وَشَعِيْرَةً مِنْ شَعَائِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ،,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْقَائِلُ فِيْ كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأمِيْنِ ,

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ,

وَ لِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ .

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulloh 

Salah satu ibadah yang menjadi idaman setiap Muslim adalah ibadah haji, namun tentu ibadah yang satu ini tidak mudah untuk dicapai, sebab selain memerlukan biaya yang cukup besar, juga memerlukan kesabaran ekstra menunggu jadwal keberangkatan yang begitu lama.

Hal ini disebabkan jumlah calon jamaah yang mendaftar, tiap tahun mengalami peningkatan, sehingga calon jamaah harus menunggu belasan tahun, untuk bisa sampai ke Baitullah.

Jika dibandingkan dengan ibadah lainnya, ibadah haji mempunyai keistimewaan tersendiri, bukan hanya bisa berkunjung ke tempat-tempat mulia sebagaimana disyariatkan dalam Islam, lebih dari itu, bagi yang hajinya mabrur dijanjikan pahala yakni surga Jannatun-Naim.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

أَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Haji yang mabrur tiada balasan yang lebih pantas baginya kecuali surga”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun tentunya menggapai derajat haji mabrur tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sebab memerlukan perjuangan yang mesti dilaksanakan secara serius dan kontinue.

Untuk menopang kemabruran haji tersebut, Paling tidak ada empat pilar yang mesti diperjuangkan dan dipertahankan selama hidupnya. Sehingga andaikan ada satu saja pilar yang runtuh, akan rusak pula kemabruran hajinya.

Hadirin Rahimakumullah  

Adapun pilar pertama adalah niat, merupakan pondasi dari semua ibadah, termasuk ibadah haji didalamnya. Maka apabila seseorang hendak melaksanakan ibadah haji mesti dengan niat yang lurus, semata-mata mencari kecintaan dan keridhaan Allah SWT. Oleh karena itu dalam Al-Qur’anul-karim, ayat tentang kewajiban haji ini diawali dengan kalimat Walillahi. Sebagaimana Allah SWT mengisyaratkan dalam Al-Qur’an:

وَ لِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved