Rabu, 13 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

KSP Dudung Sidak SPPG, Temukan Dapur MBG di Jakbar Banyak Belatung dan Sampah

KSP Dudung Abdurachman mendapati banyak belatung dan sampah pada dua SPPG atau dapur program MBG di Kebon Jeruk dan Petamburan, Jakarta Barat.

Tayang:
HO//Tangkapan layar Kompas TV
SIDAK SPPG - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman melakukan sidak terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). Dudung Abdurachman mendapati banyak belatung dan sampah pada dua SPPG atau dapur program MBG di Kebon Jeruk dan Petamburan, Jakarta Barat.(Tangkapan layar Kompas TV) 

Ringkasan Berita:
  • KSP temukan belatung di dua dapur program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat.
  • Dudung minta dapur ditutup jika tidak segera diperbaiki karena berisiko menimbulkan keracunan.
  • Program MBG harus transparan karena menggunakan uang rakyat dan ditujukan untuk mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

TRIBUNKALTIM.CO -  Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak pada dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kebon Jeruk dan Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).

Hasilnya, ia mendapati banyak belatung serta tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Belatung adalah larva serangga yang biasanya muncul dari makanan atau sampah yang membusuk, dan keberadaannya menandakan kondisi sanitasi yang buruk.

Baca juga: Program MBG Polres Kutim Resmi Dimulai, Salurkan 1.247 Porsi ke Tiga Sekolah di Sangatta Utara

Dudung menegaskan dapur MBG tidak layak beroperasi jika tidak segera diperbaiki.

“Ya segera saya sarankan kepada MBG, BGN ya, untuk segera ditutup saja. Ini kan belatung di mana-mana coba perhatikan. Kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, dalam waktu dekat segera akan ditutup,” ujarnya dalam tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (12/5/2026).

Ia mengingatkan pengelola dapur agar tidak menyepelekan temuan tersebut.

Menurutnya, jika tidak segera dievaluasi, ada risiko kasus keracunan yang menimpa anak-anak penerima manfaat MBG.

“Jangan menganggap gampang ya. Nanti suatu ketika terjadi keracunan, anak-anak menjadi korban. Nah ini yang tidak kita inginkan,” kata Dudung.

Baca juga: Dapur MBG untuk 1.700 Pelajar di Mahulu Terancam Tertunda, Yayasan Minta Kepastian Pusat

2 SPPG Tidak Layak Beroperasi

Dudung menekankan, dua dapur yang ia sidak pagi ini tidak layak beroperasional.

Dia meminta kepada kepala yayasan untuk segera mengubah dapur menjadi sesuai standar yang ditetapkan.

"Tadi IPAL-nya juga tidak memenuhi syarat. Kemudian beberapa tempat pencucian, kemudian ruangan yang begitu panas, antara dapur kering, penyimpanan yang kering, gudang basah dengan gudang kering juga itu jadi satu dengan AC-nya satu. Dan pencucian nabati dan hewani itu harus terpisah, tidak boleh jadi satu," tukasnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Anak Orang Kaya tak Dipaksa Ikut Program MBG, Janjikan Semua Sekolah Dapat Tahun Ini

Dudung menyebut, KSP ingin memastikan bahwa program MBG betul-betul bermanfaat bagi rakyat.

Dia menegaskan, tidak boleh ada yang hanya sekadar mencari keuntungan dari program MBG.

"Dan kemudian untuk memastikan juga keamanan pangan, kemudian kesehatan penerima manfaat, dan dipastikan anak-anak yang menerima itu betul-betul menjadi sehat. Ya, bukan kemudian akhirnya hanya sekadar makan saja hanya cari keuntungan," kata Dudung.

Sementara itu, Dudung mengingatkan bahwa program MBG dilaksanakan dengan uang rakyat.

Sehingga, kata dia, KSP akan terbuka kepada rakyat perihal penggunaan uang mereka untuk MBG tersebut.

"Apakah betul-betul untuk menciptakan generasi-generasi penerus ke depannya sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa Indonesia Emas ke depan 2045 itu diciptakan dari mulai sekarang," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved