Kamis, 7 Mei 2026

Opini

Gerakan Literasi Balikpapan, Menyelami Makna Surat Kartini dan Beranda Instagramnya Maryam

Dari diskusi buku di toko hingga taman kota, geliat literasi di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, terus hidup.

Tayang: | Diperbarui:
HO/PEGIAT LITERASI BALIKPAPAN
DISKUSI LITERASI BALIKPAPAN - (Kiri) Maryam, pemengaruh literasi digital dan (kanan) Budi Susilo sebagai Pegiat Literasi Balikpapan saat berdiskusi di lantai dua Toko Buku Gramedia, Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (29/4/2026) malam. (HO/PEGIAT LITERASI BALIKPAPAN) 

Oleh: Budi Susilo, Pegiat Literasi Balikpapan dan Tukang Kebun Gala Puncak

APRIL, ibarat bulan yang monumental bagi dunia literasi. Lantaran di 21 April, ada peringatan Hari Kartini yang notabene membicarakan figur yang doyan literasi, membaca, menulis, dan berpikir kritis.  

Juga pada saban 23 April, dunia merayakan Hari Buku Sedunia yang dicetus oleh Vicente Clavel Andrés, penulis asal Valencia, Spanyol. 

Buku kok dirayakan? Ya karena sebegitu pentingnya, buku seperti minum dan makanan sehari-hari. Manusia tanpa makan minum akan lapar, lemas, tidak produktif.

Tanpa buku, akal budi membeku. Padahal menurut harapan Tan Malaka dalam Madilog, membaca bisa membangun cara berpikir yang logis dan ilmiah.

Nah, di Balikpapan, kota yang berjulukan beriman, tidak mau ketinggalan dalam hal menggelorakan dunia literasi

Di antaranya muncul dari akar bawah berupa komunitas literasi.

Ini kumpulan orang-orang yang gandrung akan bahan bacaan, bergiat menulis, dan berpikir analisis. 

Seperti halnya "Pegiat Literasi Balikpapan" juga ada "Balikpapan Baca Buku" yang seringkali menggelar di Gramedia Plaza Balikpapan

Menutup Rabu sore, 29 April 2026, malam hari di Toko Buku Gramedia Jalan MT Haryono Balikpapan digelar obrolan yang mengusung tema "Melepas Lelah dengan Bercerita." 

DISKUSI LITERASI BALIKPAPAN - Para pegiat literasi Balikpapan berkumpul untuk berdiskusi soal literasi dengan mengangkat tema
DISKUSI LITERASI BALIKPAPAN - Para pegiat literasi Balikpapan berkumpul untuk berdiskusi soal literasi dengan mengangkat tema "Melepas Lelah dengan Bercerita" yang digelar di Toko Buku Gramedia, Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (29/4/2026) malam. (HO/Pegiat Literasi Balikpapan) 

Menghadirkan Dek Maryam, yang baru pertama kali, kakinya berkesempatan bisa membumi di kota minyak Balikpapan yang digadang-gadang jadi berandanya IKN Nusantara. 

Latar belakang Dek Maryam, figur perempuan berjilbab yang sering kali membahas buku-buku fiksi atau non-fiksi.

Rajin dipamerkan ke kanal media sosial Instagram pribadinya, @mryaaam.s

Maryam yang nada wicaranya terdengar sedikit logat Jawa, mengajak bercerita tentang bahan buku bacaan ke warganet Instagram.

Dia akui, buku yang dibahas tidak tebang pilih.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved