Minggu, 26 April 2026

Opini

Refleksi Hari Buku Sedunia: Minat Baca Masih Sangat Rendah

Mengapa buku itu penting? Sampai-sampai UNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku Sedunia dan sejak kapan Hari Buku Sedunia diperingati?

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST/DOK PRIBADI
PENULIS: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. 

Oleh: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. *)

TRIBUNKALTIM.CO - Kamis lalu, tanggal 23 April 2026 adalah hari yang istimewa bagi masyarakat internasional.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang bermarkas di Kota Paris, Perancis telah menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku Sedunia.

Mengapa buku itu penting? Sampai-sampai UNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku Sedunia dan sejak kapan Hari Buku Sedunia diperingati?

Berdasarkan penelusuran informasi yang penulis cari di internet, salah satu alasannya adalah faktor historis, di mana pada tanggal 23 April 1616 ada 3 sastrawan legendaris yang meninggal dunia pada tanggal, bulan dan tahun yang sama.

Mereka adalah William Shakespeare. Seorang sastrawan Inggris, penulis naskah Romeo dan Juliet, Hamlet.

Selain Shakespeare, penulis Spanyol, Miguel de Cervantes, dengan karya novel yang terkenal “Don Quixote”.

Ketiga, Inca Garcilaso de la Vega,seorang penulis dari Peru dan sejarawan Amerika Latin.

Alasan kedua, adalah Tradisi Sant Jordi di Catalonia, Spanyol, sejak abad 15, di mana setiap tanggal 23 April orang Catalonia merayakan Diada de Sant Jordi atau Hari St. George.

Di mana seorang lak-laki memberikan bunga mawar ke perempuan, dan seorang perempuan memberikan buku kepada laki-laki.

Sekarang tukar menukar buku dan mawar ini di Barcelona, Spanyol dalam waktu satu hari, yaitu pada tanggal 23 April bisa terjual 1,5 juta buku dan 6 juta bunga mawar.

Ungkapan “buku itu adalah jendela dunia”, menunjukkan betapa pentingnya sebuah buku.

Buku tidak akan memberikan manfaat apa-apa, jika buku tersebut hanya dijadikan pajangan di rak buku dan tidak pernah dibaca.

Dengan membaca buku, kita bisa melihat, memahami, dan menjelajahi dunia tanpa harus pergi ke mana-mana.

Baca juga: 10 Provinsi dengan Minat Baca Tertinggi di Indonesia Tahun 2024, Kaltara Unggul dari Kaltim!

Dengan membaca buku, wawasan kita menjadi bertambah. Misalnya membaca buku tentang Mesir Kuno, maka kita bisa melihat “piramida”. Piramida merupakan salah satu dari 7 (tujuh) keajaiban dunia.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved