Opini
Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin
Ciri khas begal adalah aksi yang dilakukan secara tiba-tiba oleh pelaku yang biasanya berjumlah lebih dari satu orang.
Teori Aktivitas Rutin (Routine Activity Theory): Kejahatan terjadi ketika tiga elemen bertemu. Target yang Rentan (pengendara sendirian), Pelaku yang Termotivasi (faktor ekonomi, narkoba, atau judi online), dan Absennya Penjaga (tidak ada polisi/warga/lampu jalan).
Teori Ketegangan (Strain Theory): Menurut Robert K. Merton, kejahatan terjadi akibat kesenjangan antara target kesuksesan finansial dengan sarana legal yang tersedia.
Pelaku begal umumnya menghadapi tekanan ekonomi atau gaya hidup, namun menempuh jalan pintas (inovasi kriminal) karena minimnya akses ekonomi formal.
Tips Menghindari Pembegalan
Sebagai langkah antisipasi, pengendara disarankan melakukan langkah pencegahan berikut:
- Konektivitas: Pastikan memiliki ponsel cadangan dan menyimpan nomor darurat 110 atau menggunakan aplikasi Super App Polri untuk pengiriman koordinat lokasi.
- Hindari Atribut Mencolok: Jangan mengenakan perhiasan berlebihan atau membawa tas yang digantung di lengan.
- Konvoi dan Jalur Aman: Jika memungkinkan, lakukan konvoi terutama saat malam hari. Hindari jalur sepi yang minim penerangan.
- Teknologi Pengaman: Memasang GPS Tracker dengan fitur Engine Cut-Off (pemutus arus). Dari interogasi, pelaku sangat membenci fitur ini karena dapat mematikan mesin dari jarak jauh.
- Dokumentasi (Dashcam): Penggunaan kamera pada helm terbukti efektif mengurungkan niat pelaku karena mereka cenderung menghindari korban yang mendokumentasikan perjalanan.
- Alat Bela Diri: Penggunaan semprotan merica dapat menjadi pilihan dalam kondisi terpaksa (Noodweer), karena efektif melumpuhkan penglihatan pelaku selama 15–30 menit.
(*)
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
| KPC dan Dilema Transparansi Informasi |
|
|---|
| Risiko Devisa Hasil Ekspor dan Hilangnya Marwah Kalimantan Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260609_Pembegalan-di-Daerah.jpg)