Rabu, 10 Juni 2026

Opini

Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin

Ciri khas begal adalah aksi yang dilakukan secara tiba-tiba oleh pelaku yang biasanya berjumlah lebih dari satu orang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Budi Susilo
HO/Rido
Rido Doly Kristian, S.H., S.I.K., M.A.P. Dirinya menilai Upaya konkret Polri dalam menekan angka kejahatan ini layak diapresiasi. Polda Jawa Timur, misalnya, berhasil mengungkap 320 kasus tindak pidana. 

Teori Aktivitas Rutin (Routine Activity Theory): Kejahatan terjadi ketika tiga elemen bertemu. Target yang Rentan (pengendara sendirian), Pelaku yang Termotivasi (faktor ekonomi, narkoba, atau judi online), dan Absennya Penjaga (tidak ada polisi/warga/lampu jalan).

Teori Ketegangan (Strain Theory): Menurut Robert K. Merton, kejahatan terjadi akibat kesenjangan antara target kesuksesan finansial dengan sarana legal yang tersedia.

Pelaku begal umumnya menghadapi tekanan ekonomi atau gaya hidup, namun menempuh jalan pintas (inovasi kriminal) karena minimnya akses ekonomi formal.

Tips Menghindari Pembegalan

Sebagai langkah antisipasi, pengendara disarankan melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Konektivitas: Pastikan memiliki ponsel cadangan dan menyimpan nomor darurat 110 atau menggunakan aplikasi Super App Polri untuk pengiriman koordinat lokasi.
  • Hindari Atribut Mencolok: Jangan mengenakan perhiasan berlebihan atau membawa tas yang digantung di lengan.
  • Konvoi dan Jalur Aman: Jika memungkinkan, lakukan konvoi terutama saat malam hari. Hindari jalur sepi yang minim penerangan.
  • Teknologi Pengaman: Memasang GPS Tracker dengan fitur Engine Cut-Off (pemutus arus). Dari interogasi, pelaku sangat membenci fitur ini karena dapat mematikan mesin dari jarak jauh.
  • Dokumentasi (Dashcam): Penggunaan kamera pada helm terbukti efektif mengurungkan niat pelaku karena mereka cenderung menghindari korban yang mendokumentasikan perjalanan.
  • Alat Bela Diri: Penggunaan semprotan merica dapat menjadi pilihan dalam kondisi terpaksa (Noodweer), karena efektif melumpuhkan penglihatan pelaku selama 15–30 menit.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved