Mutiara Ramadhan
Perintah Puasa Ramadan: Takwa, Syukur, dan Cerdas
Perintah puasa ini membawa kebaikan yang luar biasa, karena para ulama menyatakan bahwa puasa adalah ibadah dengan pahala tanpa batas.
Orang yang cerdas adalah orang yang mampu membedakan antara kebaikan dan keburukan, dan mampu memutuskan untuk tetap berada di jalan kebenaran dalam kondisi apa pun.
Apakah itu mudah? Ternyata tidak.
Ada yang tidak bisa membedakan mana milik dia dan mana milik rakyat, lalu diambil semuanya.
Mana istri sendiri dan mana istri orang lain, hingga terjadi perselingkuhan.
Mana penjahat dan mana korban, hingga pelaku kejahatan dibela sementara korban dibiarkan bahkan dizalimi.
Ini artinya ada kecerdasan batin yang hilang, tidak mampu lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Dengan hadirnya puasa, kita dididik untuk lebih cerdas dalam menjalani hidup, lebih tegas membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Dengan kembali kepada suara batin dan kecerdasan hati ini, sesungguhnya kita kembali kepada fitrah sejati kita sebagai manusia.
Banyak sekali hikmah puasa yang bisa kita rasakan dalam kehidupan kita.
Kita berharap Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan terbaik kita. Keluar dari Ramadhan, kita menjadi insan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Demikian, terima kasih. Jazakumullahu khairan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260219_mutiara-ramadhan-1.jpg)