Mutiara Ramadhan
Perintah Puasa Ramadan: Takwa, Syukur, dan Cerdas
Perintah puasa ini membawa kebaikan yang luar biasa, karena para ulama menyatakan bahwa puasa adalah ibadah dengan pahala tanpa batas.
Oleh Dr Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.H.I
Ketua Majlis Syar'i PPTQ Ibnu Abbas Klaten | Ketua Formaqi
TRIBUNKALTIM.CO - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, Sahabat sekalian, perintah puasa diturunkan pada tahun dua Hijriah, yaitu melalui ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
Perintah puasa ini membawa kebaikan yang luar biasa, karena para ulama menyatakan bahwa puasa adalah ibadah dengan pahala tanpa batas.
Hal ini diambil dari hadis qudsi, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.”
Baca juga: Mutiara Ramadan: Keistimewaan Bulan Ramadan
Secara bahasa, puasa berarti al-imsak, yaitu menahan diri.
Sementara secara istilah, puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
Apa manfaat kita melaksanakan puasa?
Dari rangkaian ayat tentang puasa, yaitu ayat 183–187, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan paling tidak ada tiga tujuan atau manfaat yang ingin didapatkan melalui puasa ini.
Yang pertama adalah agar kalian bertakwa.
Yang kedua agar kalian bersyukur.
Dan yang ketiga agar mereka menjadi orang-orang yang cerdas.
Puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260219_mutiara-ramadhan-1.jpg)