Minggu, 24 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Bowling Kaltim Matangkan Program Atlet Muda Menuju PON 2028

Persatuan Bowling Indonesia Kalimantan Timur kian mematangkan pembinaan atlet muda sebagai fondasi utama menuju PON 2028.

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PEMBINAAN ATLET MUDA - Persatuan Bowling Indonesia Kalimantan Timur kian mematangkan pembinaan atlet muda sebagai fondasi utama menuju PON 2028. Regenerasi yang berjalan konsisten membuat bowling Kaltim optimistis menjaga prestasi di level nasional. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

Ringkasan Berita:
  • PBI Kaltim memprioritaskan regenerasi atlet agar tidak lagi terkendala kekurangan pemain pada PON mendatang.
  • Atlet junior bowling Kaltim menunjukkan prestasi nasional, meraih juara umum dua pada Kejurnas Junior.
  • Porprov 2026 di Paser menjadi ajang penting, sebagai tolok ukur pembinaan menuju PON 2028.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Kalimantan Timur kian serius mempersiapkan regenerasi atlet sebagai fondasi utama menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Pembinaan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar prestasi bowling Kalimantan Timur tetap terjaga dan berkelanjutan.

Ketua PBI Kalimantan Timur, Rusman Ya’qub, menyebut pembinaan bowling di daerah saat ini sudah berada pada jalur yang tepat.

Menurutnya, kesiapan sistem pembinaan membuat Kalimantan Timur tidak lagi dihantui persoalan kekurangan atlet pada ajang-ajang besar mendatang.

Baca juga: Pembinaan Sudah Berjalan, Ketua PBI Kaltim Rusman Yaqub Optimis Masa Depan Bowling Semakin Cerah

“Saya berbangga, bowling Kalimantan Timur itu ibaratnya landasannya sudah siap. Kami berkeyakinan pada PON-PON yang akan datang, kita nyaris tidak lagi mengalami hambatan berarti terkait regenerasi atlet,” ujar Rusman saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, perhatian pembinaan sebelumnya sempat tertuju pada sektor putri yang dinilai masih kurang terisi.

Namun kini, komposisi atlet mulai seimbang seiring munculnya talenta-talenta muda yang siap bersaing.

“Yang menjadi perhatian kita kemarin sektor putri, dan alhamdulillah sekarang sudah mulai terisi juga,” tambahnya.

Baca juga: Usai Hadiri Rakernas, PBI Kaltim Siap Unjuk Gigi di Kejurnas Bowling Nasional

Rusman juga mengungkapkan pengalaman berharga saat babak kualifikasi PON 2024.

Kala itu, Kalimantan Timur bersama KONI Provinsi mencoba strategi dengan komposisi 70 persen atlet berusia di bawah 30 tahun dan 30 persen atlet senior. 

Meski strategi tersebut berbeda dengan provinsi lain, hasilnya tetap memberi pelajaran penting bagi pembinaan jangka panjang.

“Provinsi lain, termasuk DKI, justru memainkan 70 persen senior dan 30 persen junior. Kita masih mendapat satu perak dan dua perunggu. Tapi itu jadi pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda,” terangnya.

Baca juga: Princessa Faqhira, Atlet Muda Bowling Kaltim yang Serius Mengejar Prestasi

Optimisme PBI Kaltim kian menguat setelah prestasi atlet junior di tingkat nasional.

Dari sekitar 16 atlet junior yang dikirim mengikuti Kejuaraan Nasional Junior, Kaltim mampu meraih juara umum dua, hanya kalah dari DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, ini menunjukkan Kalimantan Timur mulai ditakuti dan diperhitungkan. Atlet junior kita sudah mampu berbicara di kancah nasional,” kata Rusman.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved