TOPIK
Trans Studio Samarinda
-
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengeluarkan pernyataan mengejutkan.
-
"Macet itu, kalau koefisien kendaraan sudah mencapai angka 1. Ini baru 0,6. Artinya masih lancar
-
Penyelidikan terkait kasus dugaan gratifikasi tersebut murni berasal dari penyelidikan Polda Kaltim, bukan dari laporan individu maupun lembaga.
-
Dalam paparan itu, Mulyadi menceritakan, di lantai 6 gedung DPRD Kaltim mendapat respon dengan beragam pandangan dari anggota Dewan.
-
“Sudah ada naskah akademik, tinggal diupdate saja,” kata Sabri.
-
"Masa setiap perusahaan yang mau investasi harus buat naskah akademik. Harusnya investor itu dipermudah,” tegas Awang.
-
Edy mengungkapkan, ia bersama beberapa anggota DPRD ikut kunjungan ke Trans Studio Bandung, tapi gagal bertemu dengan Direksi Trans Corp.
-
“Ya perlu ada kajian lagi,” ucap Syahrun, yang juga berasal dari Fraksi Golkar.
-
CT Corp pun, menurut Andi tak ingin Jalan Bhayangkara menjadi macet dan terlihat kumuh.
-
Misalnya, soal sosial dan lingkungan yakni, kemungkinan terjadi kemacetan dan limbah lingkungan.
-
Menurut dia, Dewan harus memastikan rekayasa lalu lintas atau kajian dapat menjadikan solusi tidak menimbulkan kemacetan.
-
“Coba ke PR (Pembantu Rektor I), saja,” kata Masjaya, kala dikonfirmasi Minggu (12/12/2015).
-
Sekadar informasi, lahan eks Hotel Lamin Indah, yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan Trans Studio, persis berhadap-hadapan dengan Plaza Mulia.
-
Pusat Kajian Pengembangan Wilayah (PKPW) Fakultas Ekonomi, Universitas Mulawarman (Unmul), diragukan keberadaannya.
-
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menilai DPRD hanya mencari-cari kesalahan investor.
-
Untuk kesekian kalinya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dikecewakan oleh para wakil rakyat di DPRD Kaltim.
-
Alung, sapaan akrab HM Syahrun pun tidak sependapat dengan rencana Pemprov Kaltim membangun jalan layang menuju Trans Studio.
-
Kemacetan nampaknya akan menjadi senjata baru DPRD Kaltim untuk memindahkan Trans Studio dari eks Hotel Lamin Indah, Samarinda.
-
Pandangan berbeda disampaikan oleh Rusman Yaqub, Dahri Yasin, dan Siti Qomariah.
-
Rencana pembangunan Trans Studio di Samarinda, kata dia, perlu ada penjelasan terkait status lahan milik pemerintah daerah di eks Lamin Indah.
-
Menurut dia, jika tetap dipaksakan pembangunan Trans Studio di Jalan Bhayangkara, bakal berdampak pada kemacetan dan banjir.
-
Fraksi PKB tidak mempersulit pemprov. Tapi jangan sampai negara dirugikan hanya untuk kepentingan tertentu atau investor.
-
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Kaltim siap menggunakan hak interpelasi dan angket terkait pernyataan gubernur.
-
Pertemuan itu, lanjut Muspadi, membahas antara lain, ketersediaan lahan dan sistem kerja sama.
-
"Kita berikan dukungan. Kami tidak ingin bahwa kami yang menghambat. Sehingga kami serahkan untuk bicara teknis, kepada biro ekonomi," jelasnya.
-
Namun Muspandi enggan mengomentari soal catatan perhitungan taksiran harga tanah.
-
Lahan tersebut, sedianya akan digunakan untuk pembangunan Trans Studio sebagai penyertaan modal.
-
Belum kita putuskan soal rekomendasi, karena anggota yang hadir cuma empat orang.
-
Meski sudah meminta advis kepada BPKP dan Kejati Kaltim, Edy menegaskan, Komisi II akan membahas dan memutuskan bersama.
-
Ada beberapa alasan yang membuat Komisi II belum mengeluarkan rekomendasi hibah lahan itu.