Selasa, 19 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Andi Harun Beber Jasa Prabowo Saat Buka MPLS Sekolah Rakyat Samarinda: Terima Kasih Presiden RI

Wali Kota Andi Harun beber jasa Presiden Prabowo saat buka MPLS Sekolah Rakyat Samarinda. Ajak orang tua siswa sampaikan terima kasih Presiden RI

Tayang:
Penulis: Kun | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
Kolase Tribun Kaltim / Sintya
SEKOLAH RAKYAT SAMARINDA - Kolase foto Presiden Prabowo dan Walikota Andi Harun. Wali Kota Andi Harun beber jasa Presiden Prabowo saat buka MPLS Sekolah Rakyat Samarinda. Ajak orang tua siswa sampaikan terima kasih Presiden RI. (Kolase Tribun Kaltim / Sintya) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Wali Kota Samarinda, Andi Harun beber jasa Presiden Prabowo saat membuka secara MPLS Sekolah Rakyat Samarinda, Jumat (15/8/2025).

MPLS merupakan kepanjangan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

MPLS jadi salah satu agenda orientasi dan pengenalan siswa sebelum mengenyam pendidikan di sekolah. 

Untuk diketahui, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi digelar di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sungai Kledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Jumat (15/8/2025).

Pada kesemapatan itu, Walikota Samarinda Andi Harun ajak orang tua siswa sampaikan terima kasih Presiden RI.

Baca juga: Andi Harun Buka MPLS Sekolah Rakyat di Samarinda, Gratis Harus Diimbangi Keseriusan Belajar

Dalam sambutannya, Andi Harun menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berakar pada prinsip keadilan sosial, yang memberikan akses pendidikan kepada semua lapisan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu. 

Program ini, katanya, bukan sekadar membangun gedung atau membuka kelas baru, melainkan strategi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan gratis.

“Sekolah Rakyat menyuarakan pendidikan untuk semua, bukan hanya untuk yang mampu secara ekonomi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi dikelola dengan model boarding school gratis. Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari SMP dan SMA mendapatkan fasilitas belajar, tempat tinggal, makan, seragam, serta pendampingan intensif tanpa dipungut biaya. 

Berbeda dengan Sekolah Rakyat non-asrama yang fokus pada pembelajaran formal, model ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan holistik siswa, membina karakter secara intensif, dan menciptakan lingkungan belajar yang stabil bagi anak-anak dari keluarga miskin.

“Konsep ini memadukan kurikulum nasional dengan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, keterampilan hidup, serta soft skills seperti kerja tim dan manajemen waktu. Tujuannya, lulusan mampu bersaing di dunia kerja dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Andi Harun.

Baca juga: Korban Kebakaran Samarinda Dapat Sertifikat Tanah, Andi Harun Dorong Penataan Kawasan

Andi Harun mengingatkan, konsep Sekolah Rakyat telah ada sejak masa penjajahan sebagai wadah pendidikan rakyat kecil, yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Dasar pasca kemerdekaan. 

Kini, gagasan ini dihidupkan kembali sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045 untuk membangun SDM unggul, inklusif, religius, moderat, dan berdaya saing.

Wali Kota juga mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk tidak terjebak pada aspek akademik semata, melainkan memahami pentingnya pembentukan karakter sejak awal.

“Kepada orang tua, kita harus berterima kasih kepada Presiden RI. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada sekolah berasrama gratis yang tujuannya jelas: memutus mata rantai keterbelakangan dan kemiskinan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved