Jumat, 1 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Ortu Pilih Sekolah Rakyat di Samarinda Demi Selamatkan Anak dari Pergaulan Bebas

Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur mulai menunjukkan perannya sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
SEKOLAH RAKYAT - Suasana penuh semangat terlihat di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Samarinda, Jumat (15/8). Para siswa baru mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan belajar dengan antusias. Orang tua siswa mengantar anak-anaknya ke Gedung BPMP di Jalan Cipto Mangunkusumo Samarinda Seberang. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur mulai menunjukkan perannya sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Bukan sekadar fasilitas belajar gratis, program ini juga dianggap memberikan pengawasan dan pembinaan karakter di tengah kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak di era sekarang.

Primawati, seorang ibu rumah tangga dan orang tua siswa yang kini duduk di bangku SMP kelas 1, mengaku awalnya mengetahui keberadaan Sekolah Rakyat melalui informasi dari ketua RT.

Informasi itu datang seiring tawaran mengikuti program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Saya ditawarin mau nggak anaknya ikut Sekolah Rakyat. Kalau anaknya mau, diuruskan katanya. Tapi kami disurvei dulu, bener atau tidak miskin, karena katanya nggak sembarang masuk. Baru kita didata,” turut Primawati secara Eksklusif kepada Tribun Kaltim, Jumat (15/8). 

Baca juga: Andi Harun Beber Jasa Prabowo Saat Buka MPLS Sekolah Rakyat Samarinda: Terima Kasih Presiden RI

Sebelum bergabung, anaknya menempuh pendidikan di SDN 012 Jalan Datu Iba Kecamatan Samarinda Seberang.

Pertimbangan ekonomi dan kekhawatiran terhadap lingkungan pergaulan menjadi alasan kuat Primawati memasukkan anaknya ke Sekolah Rakyat.

“Saya mau masukkan anak saya karena memang nggak mampu juga. Terus saya khawatir pergaulan anak sekarang tuh kalau kita nggak tetap jagainnya susah.

Misalnya dia sekolah yang di luar dari ini, kita nggak tahu dia bergaul kayak apa. Namanya sekarang kan iya, zaman sekarang,” ungkapnya.

Meski anaknya akan tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, Primawati mengaku tidak keberatan selama masih ada kesempatan menjenguk sesuai aturan sekolah.

“Saya nggak keberatan walau nanti jarang lihat di rumah. Karena anak juga masih bisa ditengok tapi sesuai waktunya, asal jangan mengganggu waktu belajar saja.

Rencananya sebulan sekali atau dua kali lah tengok anak saya,” ujarnya.

Anaknya sendiri, kata Primawati, sudah memiliki cita-cita yang jelas. Minatnya terhadap bidang alat berat mendorong keinginan untuk menempuh pendidikan di sekolah ini.

“Anak saya mau sekolah di sini, dia bilangnya mau menekuni tentang alat berat nantinya. Dia suka bongkar-bongkar memang.

Mudah-mudahan jalannya dan kerjanya nanti setelah lulus lebih mudah,” ucapnya penuh harap.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved