Sosok
Resah, Doa dan Bendera, Kisah Nisya di Balik Upacara 17 Agustus di Bontang
Naisya Vidya Al Safira Putri berdiri di tepi lapangan, menggenggam erat baki. Dalam hati ia berbisik lirih: “Mampu nggak aku menjalankan tugas ini?”
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
“Alhamdulillah, akhirnya bisa menyelesaikan tugas. Saya ingin memberikan yang terbaik,” ucapnya dengan suara bergetar.
Baca juga: Pemkot Bontang Yakin MK Kabulkan Pengalihan Sidrap dari Kutai Timur
Bagi remaja itu, menjadi pembawa baki bukan akhir, melainkan awal. Ia menyimpan mimpi besar untuk menjadi Polwan, abdi negara yang sejak lama ia cita-citakan.
Tahun ini, 41 putra-putri terbaik Bontang terpilih melalui seleksi ketat menjadi anggota Paskibraka. Mereka bukan sekadar mengibarkan bendera, melainkan wajah harapan generasi muda kota ini.
Harapan yang lahir dari keringat, doa, dan tekad yang tak kenal menyerah.
Dan pagi itu, di bawah hujan yang syahdu, Bontang menyaksikan Sang Merah Putih berkibar dengan gagah.
Senyum Naisya menjadi simbol: bahwa keresahan bisa ditaklukkan, dan tugas seberat apa pun bisa diselesaikan asal ada keyakinan, doa, dan kerja keras. (*)
| Sosok Ferlita Ananda, Ketua KNPI Perempuan Pertama di Kutai Barat |
|
|---|
| Prajurit Kodam VI/Mulawarman Praka Ibnu Sidik Naik Podium Kemala Run, Kalahkan 11 Ribu Pelari |
|
|---|
| Profil H Syamsi Sarman , Dari Tukang Cuci Piring hingga Pernah Difitnah dan Diancam |
|
|---|
| Sosok Neneng Chamilia Santi, Perjalanan 24 Tahun hingga Jadi Sekda Samarinda |
|
|---|
| Profil Neneng Chamelia Shanti, Dari ASN Teknis Hingga Jadi Sekda Perempuan Pertama di Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250817-Naisya-Vidya-Al-Safira-Putri.jpg)