Berita Kaltim Terkini
Kalimantan Timur Punya Potensi Besar Karbon Biru, tapi Jangan Dijual Murah
Provinsi Kalimantan Timur mempunyai potensi besar karbon biru namun jangan dijual murah. Apa itu karbon biru dan seperti apa pengelolaannya?
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Amalia Husnul A
Dengan makin banyaknya pengembang proyek karbon di Indonesia, Mariski mengingatkan agar Indonesia tidak menjual potensi karbon birunya dengan harga rendah.
"Banyak negara di luar punya uang tapi nggak punya lahan. Kita punya lahan, jangan sampai kita jual murah. Harus sesuai harga pasar, bahkan bisa di harga premium," ujarnya.
Harga karbon biru bisa sangat bervariasi, tergantung jenis proyek—apakah itu perlindungan atau restorasi—dan standar yang digunakan seperti VERRA atau Plan Vivo.
Indonesia sendiri sudah memiliki dasar hukum melalui Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan sejumlah peraturan turunan, termasuk yang dikeluarkan oleh KKP untuk pengelolaan ekosistem laut.
Regulasi Masih Perlu Diperkuat
Meski kerangka regulasi sudah ada, Mariski menyebut masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal transparansi harga dan pelibatan masyarakat lokal.
Ia berharap regulasi ke depan bisa lebih berpihak pada kepentingan jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Kita jangan sampai kalah hanya karena tidak siap atau tidak tahu nilainya. Kita yang punya, kita juga yang harus menentukan masa depannya,” pungkas Mariski.
Baca juga: Menguak Potensi Karbon Biru di Kawasan Konservasi Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim
(TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250826_Mariski-Nirwan-Yayasan-Konservasi-Alam-Nusantara.jpg)