Berita Samarinda Terkini

Terminal Bayangan Tak Berdampak Bagi Pedagang di Terminal Sungai Kunjang Samarinda

Sudarmi sudah berjualan di terminal itu hampir dua dekade di depan pintu keluar terminal Sungai Kunjang Samarinda

|
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
TERMINAL BAYANGAN - Seorang padagang, Sudarmi tengah menyiapkan pesanan pembeli di warung miliknya di terminal Sungai Kunjang. Jumat (29/8/2025) Baginya kehadiran terminal bayangan tidak berdampak pada usahanya. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suara riuh bus siang itu terdengar silih berganti keluar dari Terminal Resmi Sungai Kunjang, Samarinda.

Dari kejauhan, klakson bersahut-sahutan, mengiringi aktivitas keluar-masuk bus.

Di salah satu sudut terminal, warung kecil milik Sudarmi, 56 tahun, menjadi tempat singgah para sopir maupun penumpang sekadar untuk menyeruput kopi panas atau menyantap nasi campur.

Sudarmi sudah berjualan di terminal itu hampir dua dekade. Warungnya sederhana, menjual aneka snack, minuman, hingga makanan berat di etalase kaca yang berada tepat di depan pintu keluar terminal Sungai Kunjang Samarinda.

Baca juga: Kisah Pedagang di Terminal Resmi Samarinda Legawa Pendapatan Pas-pasan, Ikhlas Ada Terminal Bayangan

Baginya, terminal bukan sekadar tempat orang berangkat dan datang, melainkan ruang hidup yang menafkahi keluarganya.

Namun, beberapa tahun terakhir, muncul fenomena terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang.

Lokasi itu kerap dijadikan titik singgah bus setelah keluar dari terminal resmi. 

Sebagian penumpang memilih naik di sana karena akses ke transportasi online lebih mudah. Meski begitu, Sudarmi mengaku tidak merasa usahanya terpengaruh.

“Cuma kalau yang di seberang (terminal bayangan) enggak sih, kasihan masyarakat juga kalau yang dihapus,” ujarnya, Jumat (29/8/2025)

Menurutnya, penumpang yang sudah berada di Samarinda Seberang tentu lebih memilih naik dari sana daripada harus menyeberang kembali ke Sungai Kunjang.

“Kalau yang di seberang enggak, soalnya mereka memang sudah di sana. Kalau ke sini kan tambah ongkos lagi,” katanya.

Ia menilai, keberadaan terminal bayangan lebih banyak membantu para sopir bus mencari tambahan penumpang.

“Macam bus kan kalau cuma di sini berapa orang aja. Jadi cari tambahan penumpang di seberang, kasihan juga sopir,” tutur Sudarmi.

Cerita-cerita seperti itu sering ia dengar dari para sopir yang singgah di warungnya. Seiring perkembangan zaman, tantangan transportasi juga berubah. 

Kini, layanan transportasi online dan mobil pribadi menjadi pesaing baru angkutan umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved