Berita Samarinda Terkini
Terminal Bayangan Tak Berdampak Bagi Pedagang di Terminal Sungai Kunjang Samarinda
Sudarmi sudah berjualan di terminal itu hampir dua dekade di depan pintu keluar terminal Sungai Kunjang Samarinda
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suara riuh bus siang itu terdengar silih berganti keluar dari Terminal Resmi Sungai Kunjang, Samarinda.
Dari kejauhan, klakson bersahut-sahutan, mengiringi aktivitas keluar-masuk bus.
Di salah satu sudut terminal, warung kecil milik Sudarmi, 56 tahun, menjadi tempat singgah para sopir maupun penumpang sekadar untuk menyeruput kopi panas atau menyantap nasi campur.
Sudarmi sudah berjualan di terminal itu hampir dua dekade. Warungnya sederhana, menjual aneka snack, minuman, hingga makanan berat di etalase kaca yang berada tepat di depan pintu keluar terminal Sungai Kunjang Samarinda.
Baca juga: Kisah Pedagang di Terminal Resmi Samarinda Legawa Pendapatan Pas-pasan, Ikhlas Ada Terminal Bayangan
Baginya, terminal bukan sekadar tempat orang berangkat dan datang, melainkan ruang hidup yang menafkahi keluarganya.
Namun, beberapa tahun terakhir, muncul fenomena terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang.
Lokasi itu kerap dijadikan titik singgah bus setelah keluar dari terminal resmi.
Sebagian penumpang memilih naik di sana karena akses ke transportasi online lebih mudah. Meski begitu, Sudarmi mengaku tidak merasa usahanya terpengaruh.
“Cuma kalau yang di seberang (terminal bayangan) enggak sih, kasihan masyarakat juga kalau yang dihapus,” ujarnya, Jumat (29/8/2025)
Menurutnya, penumpang yang sudah berada di Samarinda Seberang tentu lebih memilih naik dari sana daripada harus menyeberang kembali ke Sungai Kunjang.
“Kalau yang di seberang enggak, soalnya mereka memang sudah di sana. Kalau ke sini kan tambah ongkos lagi,” katanya.
Ia menilai, keberadaan terminal bayangan lebih banyak membantu para sopir bus mencari tambahan penumpang.
“Macam bus kan kalau cuma di sini berapa orang aja. Jadi cari tambahan penumpang di seberang, kasihan juga sopir,” tutur Sudarmi.
Cerita-cerita seperti itu sering ia dengar dari para sopir yang singgah di warungnya. Seiring perkembangan zaman, tantangan transportasi juga berubah.
Kini, layanan transportasi online dan mobil pribadi menjadi pesaing baru angkutan umum.
Transportasi Publik Samarinda Mandek, Pengamat Sebut Efisiensi Bukan Alasan |
![]() |
---|
Kisah Pedagang di Terminal Resmi Samarinda Legawa Pendapatan Pas-pasan, Ikhlas Ada Terminal Bayangan |
![]() |
---|
Stok Beras di Gudang Bulog Samarinda Aman, 6 Kota di Kaltim tak Perlu Khawatir |
![]() |
---|
Revitalisasi Terminal Sungai Kunjang Samarinda Terhambat Akibat Efisiensi Anggaran |
![]() |
---|
Semarak HIMA PGSD Unmul di Samarinda, Ajak Anak-anak Lestarikan Budaya Lewat Seni dan Dongeng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.