Demo di Kalimantan Timur
Makna Pita Mahasiswa dalam Aksi Demo di Gedung DPRD Balikpapan
Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak tampil kompak mengenakan pita berwarna di lengan kiri mereka
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Ada yang berbeda dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan,Kalimantan Timur, Senin (1/9/2025).
Selain menyuarakan tuntutan, para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak tampil kompak mengenakan pita hitam di lengan kiri mereka.
Pita-pita tersebut tidak sekadar aksesori, melainkan memiliki makna khusus. Warna yang dikenakan bervariasi, mulai dari oranye, biru, merah, hitam, hingga merah putih.
Menurut keterangan para peserta, pita itu menjadi identitas kelompok mahasiswa sekaligus penanda asal kampus mereka.
“Kalau pita warna oranye, itu dari Universitas Balikpapan. Jadi setiap warna punya arti masing-masing,” jelas Ferlina, salah satu mahasiswa yang ikut dalam aksi.
Baca juga: Demo di DPRD Balikpapan Sempat Jadi Panggung Dangdutan, Massa Joget hingga Saweran
Menurutnya, pita warna hitam yang mereka pakai adalah sebagai tanda matinya hati nurani pejabat terhadap rakyat Indonesia.
Lebih jauh, penggunaan pita juga disebut sebagai langkah antisipasi. Dengan adanya pita, para demonstran bisa saling mengenali dan mencegah adanya penyusup yang mencoba memprovokasi jalannya aksi.
“Kalau ada yang tidak pakai pita lalu bertindak anarkis, berarti dia bukan bagian dari kami. Ini penting supaya aksi kami tidak ditunggangi pihak-pihak yang punya kepentingan lain,” tegas Dedi Irawan, mahasiswa lainnya.
Hal senada diungkapkan Ilham, yang menekankan agar aksi di Balikpapan tidak bernasib sama seperti kejadian di Jakarta.
“Jangan sampai ada penyusup yang bikin rusuh lalu mahasiswa yang dituduh. Kami ingin menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik,” ujarnya.
Dalam aksi kali ini, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mendesak transparansi dan perbaikan pelayanan pemerintah di Kota Balikpapan.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono Hormati Aspirasi Aliansi Balikpapan Bergerak, Minta Tak Anarkis
Pantauan di lokasi, aksi sempat dihentikan sejenak pada pukul 15.00 WITA sebelum kembali berlanjut sekitar pukul 16.30 WITA.
Mahasiswa terlihat beristirahat dengan duduk lesehan di tengah jalan, sementara mobil pikap pengangkut peserta dan alat pengeras suara terparkir di zebra cross depan pintu gerbang DPRD.
Pengamanan ketat juga dilakukan aparat TNI dan Polri yang berjaga di sekitar area unjuk rasa. Meski sempat ada aksi bakar ban, suasana aksi berlangsung tertib dan terkendali.(*)
| Sopir Travel Diduga Jadi Pemodal Bom Molotov yang Seret Mahasiswa Unmul, Daftar 7 Tersangka |
|
|---|
| Polresta Samarinda Ungkap Keterlibatan Sopir Travel dalam Kasus Bom Molotov |
|
|---|
| Tersangka Baru Kasus Bom Molotov Unmul, Eks Mahasiswa Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Polisi Tangkap 1 Aktor Intelektual Kasus Bom Molotov di Samarinda, Pelaku Kabur ke Mahulu Kaltim |
|
|---|
| Polsek Long Bagun Tangkap Pria yang Diduga Pelaku Bom Molotov saat Aksi Demo di Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250801-demo-mahasiswa.jpg)