Berita Samarinda Terkini
BPBD Samarinda Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini Melalui Mosipena
BPBD Kota Samarinda, Kalimantan Timur menghadirkan terobosan dalam upaya membangun kesadaran masyarakat, terhadap potensi risiko benca
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur menghadirkan terobosan dalam upaya membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap potensi risiko bencana.
Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui keberadaan Mosipena (Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana), yang dirancang sebagai sarana edukasi interaktif, khususnya bagi anak usia sekolah.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Samarinda, Hamzah Umar, menjelaskan bahwa Mosipena memang dimaksudkan untuk memperkuat budaya sadar bencana di kalangan generasi muda.
“Mobil Mosipena itu mobil edukasi penanggulangan bencana, jadi mobil ini memang kita maksudkan untuk dilakukan kegiatan edukasi ke masyarakat khususnya ke anak kita di usia sekolah,” ungkapnya.
Hamzah memaparkan, mobil tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas edukatif seperti videotron, komputer, pamflet, hingga permainan interaktif.
Baca juga: Longsor di Sempaja Selatan, BPBD Samarinda Minta Warga di Area Rawan Mengungsi
Melalui media tersebut, anak-anak dilatih membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memahami potensi risiko bencana di sekitar mereka.
“Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, kemudian memahami kalau tanah di bukit itu rawan longsor, kemudian di wilayah kita ini ada sungai dan sebagainya. Sehingga mulai tertanam sejak dini anak-anak sudah diajarkan,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai wahana edukasi, Mosipena juga dirancang mandiri dengan dukungan genset sehingga dapat beroperasi tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal.
Inovasi ini memungkinkan Mosipena tetap difungsikan di lokasi bencana sebagai sarana belajar bagi anak-anak.
“Harapannya kalau terjadi bencana di suatu wilayah, kegiatan belajarnya bisa berjalan dengan memanfaatkan Mosipena ini. Dengan adanya ini bisa didatangi lokasinya dan bisa langsung dilakukan kegiatan belajar mengajar,” jelas Hamzah.
Ia menambahkan, fungsi Mosipena juga penting dalam mengurangi trauma pascabencana.
“Bisa mengurangi efek trauma juga yang penting, agar tetap bisa ceria. Tapi di sisi lain kalau tidak ada bencana, mobil ini tetap harus mengedukasi,” ucapnya.
Dalam praktiknya, Mosipena mengunjungi dua sekolah setiap minggu, sehingga dalam sebulan dapat menjangkau setidaknya delapan sekolah di Samarinda.
Hamzah menjelaskan bahwa mobil ini sudah mulai dioperasikan sejak Agustus tahun lalu dan perdana digunakan dalam acara jambore serta apel siaga di TPI Mahakam Selili, bertepatan dengan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada Oktober.
Kala itu, Mosipena dimanfaatkan untuk memberikan edukasi tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada para relawan.
Baca juga: BPBD Samarinda Libatkan Ahli Waris Evakuasi 35 Jenaazah di TPU Cempaka Suryanata Akibat Longsor
| Masyarakat Samarinda Bisa Ikut Dukung Bukit Steling Raih API Award 2026, Begini Caranya |
|
|---|
| Strategi Cerdas Walikota Andi Harun: Bangun Samarinda Tanpa Bebani APBD, Incar Dana Pusat |
|
|---|
| Bukit Steling Samarinda Tembus 10 Besar API Awards 2026, Disporapar Ajak Warga Berikan Dukungan |
|
|---|
| Walikota Andi Harun Bagikan Strategi Kepemimpinan Kewirausahaan Bagi Peserta PKN di Samarinda |
|
|---|
| Hetifah Sjaifudian Gelar Workshop Pendidikan di Samarinda, Libatkan 100 Guru dan Komite |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250902-Mobil-Mosipena.jpg)