Berita Berau Terkini
Wabup Gamalis Akui Sektor Perikanan Berau Masih Hadapi Banyak Tantangan
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor perikanan yang menjadi masa depan Kabupaten Berau masih menghadapi banyak tantangan besar.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor perikanan yang menjadi masa depan Kabupaten Berau masih menghadapi banyak tantangan besar.
Padahal, daerah pesisir ini dianugerahi laut luas dan kaya, mulai dari Pulau Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk, yang tak hanya memikat wisatawan tetapi juga menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan.
“Perikanan adalah masa depan Berau. Kita dianugerahi laut yang luas dan kaya, tetapi kalau tidak kita kelola secara cerdas dan bertanggung jawab, potensi itu bisa hilang begitu saja,” tegas Gamalis kepada TribunKaltim.co, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Dinas Perikanan Berau Fokus Pendampingan dan Penguatan Sarana dan Prasarana
Nelayan Masih Tradisional
Berdasarkan data Dinas Perikanan Berau, terdapat lebih dari 1.200 nelayan aktif yang sebagian besar masih menggunakan perahu kecil dan alat tangkap tradisional.
Kondisi ini membatasi hasil tangkapan yang sering kali hanya memenuhi pasar lokal.
“Banyak nelayan kita yang masih kesulitan mendapatkan peralatan modern, pendingin hasil tangkapan, hingga akses pasar di luar daerah. Ini menjadi salah satu faktor yang membatasi nilai ekonomi dari potensi laut Berau,” jelas Gamalis.
Keterbatasan sarana membuat nelayan berada dalam posisi rentan.
Baca juga: Dinas Perikanan Berau Anggarkan Rp 3,9 Miliar untuk Bantuan Nelayan di 6 Kecamatan
Harga ikan fluktuatif, sementara biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan perahu terus meningkat.
Tantangan Penangkapan Ilegal
Selain keterbatasan infrastruktur, masalah lain adalah praktik penangkapan ikan ilegal dan destruktif.
Masih ditemukan penggunaan bom atau racun ikan yang merusak terumbu karang dan habitat laut.
“Kami bersama aparat terkait terus memperketat pengawasan. Namun, yang tak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat. Nelayan harus paham bahwa kelestarian laut berarti kelangsungan hidup mereka sendiri,” tegas Gamalis.
Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Capaian Kinerja Dinas Perikanan Berau di Angka 80 Persen
Strategi Nilai Tambah dan Ekowisata
Untuk meningkatkan daya saing, Pemkab Berau menyiapkan langkah strategis berupa pembangunan industri pengolahan lokal, seperti pengalengan, fillet, hingga produk olahan lain.
“Kita ingin ada industri pengolahan di tingkat lokal.
Dengan begitu, nelayan tak hanya menjadi penangkap, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar,” paparnya.
Selain itu, ekowisata bahari berbasis perikanan tradisional juga tengah dikembangkan.
Baca juga: Dinas Perikanan Berau Kembangkan Budidaya Rumput Laut
Konsep ini menghadirkan pengalaman wisata yang tak hanya menonjolkan panorama laut, tetapi juga budaya bahari Berau.
“Kekuatan Berau tidak hanya pada hasil lautnya, tetapi juga pada budaya baharinya. Ini bisa jadi daya tarik wisata yang luar biasa kalau kita kemas dengan baik,” ujarnya.
Gamalis menekankan bahwa pembangunan sektor perikanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Peran pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sangat dibutuhkan.
“Laut adalah kehidupan. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya akan kembali untuk anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (*)
| Disperkim Berau akan Bentuk UPT untuk Kelola Rusunawa yang Akan Dibangun |
|
|---|
| DPRD Berau Minta Ruang Hemodialisis Diperluas, Buntut Pasien Gagal Ginjal Bertambah |
|
|---|
| Tertipu Lowongan Kerja, 9 Warga Terlantar di Berau Dipulangkan ke Daerah Asal |
|
|---|
| Transplantasi Terumbu Karang di Maratua, PT Berau Coal Perkuat Konservasi Laut |
|
|---|
| Pembangunan SDN 001 Biatan Ilir Berau Kembali Tertunda, Terkendala Sengketa Lahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250911_Wakil-Bupati-Berau-Gamalis-khawatir-pemangkasan-dana-transfer-berpengaruh-pada-pembangunan.jpg)