Sabtu, 2 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Syukur dan Kegelisahan Warnai Respons Orang Tua SDN 010 Balikpapan terhadap Program MBG

Program MBG disambut positif orang tua siswa SDN 010 Balikpapan Selatan, namun kekhawatiran soal kualitas makanan tetap membayangi

Tayang:
Penulis: Zainul | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
ANTUSIAS DAN CEMAS - MBG di SDN 010 Balikpapan Selatan disambut positif para orang tua siswa, Senin (29/9/2025). Meski begitu, para orang tua mengaku tetap khawatir dan mewaspadai tingkat kualitas menu MBG yang layak dikonsumsi anak-anak. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan sejak Februari 2025 mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa di SDN 010 Balikpapan Selatan

Kehadiran program pemerintah ini dinilai membantu pemenuhan gizi anak sekaligus meringankan beban keluarga.

Namun, di balik rasa syukur tersebut, muncul kegelisahan terkait isu kasus keracunan makanan MBG yang sempat mencuat di luar Balikpapan.

Kekhawatiran itu membuat sejumlah orang tua berharap pihak sekolah bersama penyalur MBG benar-benar menjaga kualitas makanan yang disajikan. Bagi mereka, kesehatan anak adalah hal utama yang tidak bisa ditawar.

“Sejujurnya memang kita sebagai orang tua pasti khawatir lah yang seperti itu (keracunan). Makanya kami minta pihak sekolah dan penyalur MBG itu benar-benar memperhatikan kualitas menunya. Karena yang makan ini manusia dan anak-anak, bukan hewan. Jadi tidak boleh sembarangan. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada sekolah,” ujar Ulfayana, salah satu orang tua siswa, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Cegah Kasus Keracunan MBG, DPRD Samarinda Tekankan Standarisasi Mutu dan Gizi

Nada serupa juga disampaikan Lisnawati, wali murid lainnya. Ia menyoroti teknis pembagian MBG yang dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan siang. Menurutnya, kualitas makanan tidak boleh menurun akibat penyajian ulang.

“Sejujurnya, mungkin banyak orang tua lain merasakan hal yang sama. Khawatir apakah menu MBG itu sehat, higienis, dan gizinya pas untuk anak-anak,” ungkapnya.

Adapun menu MBG di SDN 010 Balikpapan Selatan terbilang lengkap, mulai dari nasi putih, lauk sayur bening segar, daging ayam atau ikan, telur rebus, susu formula, hingga buah-buahan.

Menu ini disiapkan untuk menunjang kebutuhan gizi pelajar agar tetap sehat dan berenergi dalam belajar.

Program MBG sendiri telah menyasar sekolah dasar hingga SMA sederajat di Balikpapan. Tujuan utama program ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup serta membantu meringankan beban orang tua dalam pemenuhan kebutuhan harian.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltim Dorong Suplai MBG dari Pangan Lokal

Meski begitu, suara keresahan para orang tua ini menjadi pengingat penting agar kualitas dan higienitas menu MBG tetap dijaga. Karena bagi mereka, keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah yang utama.

"Kita percayakan sepenuhnya kepada sekolah, jadi kalau suatu saat nanti ada apa-apa maka pihak sekolah harus tau dan bisa ngambil tindakan. Kami tidak ingin anak-anak kami menjadi korban keracunan MBG seperti yang terjadi di luar sana," tegas Irwan orang tua lainnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved