Kamis, 23 April 2026

Dampak Tambang di Samboja

Air Bersih di 5 Kelurahan dan Desa di Samboja Kukar Diduga Tercemar Limbah Tambang Batu Bara

Dampak pencemaran ini dirasakan langsung oleh ribuan warga, terutama di Kelurahan Argosari, yang merupakan induk dari jaringan air bersih

|
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon
AIR TERCEMAR - Sumber air bersih di lima kelurahan di Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diduga tercemar parah oleh limbah batu bara. (TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kondisi air bersih di lima kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercemar parah oleh limbah batu bara menyusul insiden longsor jalan yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Dampak pencemaran ini dirasakan langsung oleh ribuan warga, terutama di Kelurahan Argosari, yang merupakan induk dari jaringan air bersih yang tercemar.

Mainsyah (44) warga Kelurahan Argosari mengatakan penderitaan yang harus mereka alami akibat kualitas air yang jauh dari kata layak. 

Ia kuga bilang air yang mengalir dari instalasi PDAM tidak lagi jernih, melainkan keruh, berwarna seperti teh, dan memiliki bau menyengat serta rasa asam.

Baca juga: Kisah Susianty Terdampak Tambang di Samboja Kukar: Rumah Rusak, Air Tercemar

"Airnya sekarang berubah. Sejak kejadian longsor kemarin itu, limbah batubara langsung masuk ke sumber air PDAM," katanya. 

"Dikasih kapur seberapa pun ya enggak bisa jernih. Ini namanya limbah batubara." Lanjutnya. 

Kondisi air ini bukan hanya bicara soal kualitas, air tercemar ini juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi warga.

Pria berusia 44 tahun itu mengati dengan air kotor tersebut membuat banyak warga mengalami gatal-gatal dan ketidaknyamanan pada kulit.

Selain itu terasa pada rambut rambut yang menjadi kaku setelah keramas, bahkan sulit untuk disisir.

Ia mengungkapkan walaupun sudah mandi berkali-kali, bau tidak sedap masih menempel di badan. Selain dampak kesehatan, pencemaran air juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Dengan air yang tidak layak pakai, warga merasa rugi karena tetap harus membayar tagihan bulanan PDAM.

 "Kita kan setiap bulan juga bayar, tapi airnya kayak gitu buat mandi," keluhnya. 

Dari Penelusuran Tribunkaltim.co, dilokasi waduk itu jaraknya kurang lebih 1 km dari permukiman warga. Dilokasi luas. Namun sayangnya sebelah waduk itu terlihat jelas puluhan mobil besar dan alat tambang lain sedang beraktivitas. 

Tambahnya lagi longsor yang terjadi sebelum dan air limbah batu bara masuk ke area waduk yang menjadi sumber air utama dari lima kelurahan di Samboja Barat. 

Diketahui air PDAM yang bersumber dari waduk di Kelurahan Argosari ini, empat kelurahan dan desa lain juga ikut terdampak air keruh berwarna teh. 

Empat kelurahan dan desa tersebut adalah Kelurahan Amborawang Darat, Kelurahan Salok Api Laut, Kelurahan Margomulyo dan Desa Tani Bhakti.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved